Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang luar biasa, berkemenangan, penuh berkat dan sukacita di dalam Tuhan. Tetapi sayang banyak orang Kristen belum mengalaminya. Mengapa? Karena banyak orang percaya memandang diri mereka seperti sebelum berada di dalam Tuhan.
Tuhan memandang Gideon sebagai seorang pahlawan gagah perkasa, namun Gideon memandang dirinya sebagai orang yang paling muda, paling kecil, dan bukan sebagai seorang pahlawan. Sampai Gideon percaya apa yang dikatakan oleh Tuhan tentang dirinya, baru ia dapat melihat kuasa Tuhan bekerja di dalam dan melalui hidupnya, sehingga ia dapat dipakai oleh Tuhan untuk membebaskan bangsanya dari orang-orang Midian.
Sangat penting bagi kita untuk dapat melihat diri kita di dalam Kristus. Untuk tujuan inilah buku "It's A New Life" ditulis, supaya kita yang telah percaya kepada Yesus, kita dapat mengetahui kehidupan baru yang telah Tuhan berikan kepada kita dan mengalami kehidupan baru yang luar biasa itu sepanjang hidup kita.
Selamat membaca dan mengalami AnugerahNya.
Penulis: Hendra Zefanya
Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang luar biasa, berkemenangan dan penuh kemuliaan Tuhan. Kehidupan yang ada di dalam berkat Tuhan. Kehidupan yang penuh dengan sukacita dan damai sejahtera. Kehidupan yang menjadi contoh dan teladan bagi orang lain dan kehidupan yang menjadi berkat bagi banyak orang.
Tetapi sayang banyak orang Kristen yang belum mengalaminya, atau sesekali mengalaminya atau bahkan sama sekali tidak mengalaminya. Padahal ketika pada saat seseorang percaya kepada Yesus dan menjadikanNya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, ada sesuatu yang ajaib yang Tuhan kerjakan di dalam kehidupannya, sesuatu yang supraalami. Seperti yang tertulis dalam firman Tuhan di dalam 2 Korintus 5:17.
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru telah datang."
Firman Tuhan mengatakan bahwa sesuatu yang luar biasa terjadi yaitu kehidupan yang lama telah berlalu, sudah hilang lenyap dan kehidupan yang baru telah datang.
Tetapi mengapa banyak orang Kristen belum atau bahkan tidak mengalaminya? Yang mana mereka masih hidup dengan ciptaan yang lama bahkan cenderung dikuasai oleh ciptaan yang lama padahal ciptaan yang lama itu sudah berlalu.
Di manakah ciptaan yang baru yang sudah datang itu, di mana letak kesalahannya, pada pihak Tuhankah? Yang pasti kesalahan bukan pada pihak Tuhan. Lalu di mana letak kesalahannya? Tentunya ada pada orang Kristen itu sendiri. Banyak orang Kristen tidak mengetahui kebenaran firman Tuhan mengenai kehidupan baru yang Allah berikan kepada kita melalui karya AnakNya, yaitu Yesus Kristus bagi kita yang percaya kepadaNya.
Jika orang Kristen tahu kebenaran tentang apa yang Allah berikan kepada setiap orang percaya, maka itu akan memerdekakan mereka dari segala akibat yang disebabkan karena ketidaktahuan itu sendiri. Seperti ada tertulis di dalam Yohanes 8:32.
"Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Kehidupan baru yang Tuhan berikan kepada setiap orang percaya tidak dapat dibandingkan dengan kehidupan yang dikerjakan oleh usaha manusia manapun yang ingin membuat hidupnya menjadi lebih baik dengan melakukan hal-hal yang baik atau hal-hal yang lebih baik.
Kehidupan baru yang diberikan Tuhan kepada orang percaya adalah kehidupan yang dahsyat dan menakjubkan. Itu hanya dapat dikerjakan oleh kuasa Tuhan sendiri.
Itu yang Yesus katakan kepada seorang perempuan Samaria yang bertemu denganNya di dekat sebuah sumur yang kisahnya kita bisa baca di Injil Yohanes 4,
"Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." [Yohanes 4:14]
Dalam kisah itu Yesus sedang membandingkan antara air atau "kehidupan" yang diberikan oleh Yesus itu lebih dahsyat dari air atau "kehidupan" yang diberikan oleh sumur Yakub yang menggambarkan usaha-usaha manusia.
Artinya jika Anda telah percaya kepada Yesus dan menjadikanNya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi Anda, Anda telah meminum air hidup itu dari Yesus dan Anda telah menerima kehidupan yang luar biasa itu, kehidupan yang seperti mata air yang terus memancar keluar yang memberkati dirinya sendiri maupun orang lain.
MELIHAT DIRI KITA DI DALAM KRISTUS
Kehidupan baru yang diberikan Tuhan melalui Kristus adalah kehidupan yang luar biasa. Tetapi sayangnya banyak kali kita sebagai orang-orang percaya masih melihat diri kita seperti sebelum kita ada di dalam Kristus, atau kita melihat diri kita berdasarkan penampilan luar kita, berdasarkan latar belakang kita.
Itu yang dialami oleh Gideon dalam Perjanjian Lama. Pada masa itu bangsa Israel di bawah kuasa orang-orang Midian, mereka sangat ketakutan sekali terhadap orang-orang Midian itu. Pada suatu saat datanglah Malaikat Tuhan kepada Gideon yang sedang ada di tempat yang tersembunyi.
Dan Malaikat Tuhan itu berkata kepada Gideon: "Tuhan menyertai engkau, hai pahlawan yang gagah perkasa." Tuhan melihat diri Gideon sebagai seorang pahlawan yang gagah perkasa. Tetapi Gideon melihat dirinya bukan sebagai seorang pahlawan, dia melihat dirinya sebagai orang yang paling muda, paling kecil, dan bukan sebagai seorang pahlawan.
Sampai Gideon percaya apa yang dikatakan oleh Tuhan tentang dirinya, baru ia dapat melihat kuasa Tuhan bekerja di dalam dan melalui hidupnya, sehingga ia dapat dipakai oleh Tuhan untuk membebaskan bangsanya dari orang-orang Midian.
Sangat penting bagi kita untuk dapat melihat diri kita di dalam Kristus. Supaya kita dapat hidup seperti apa yang Tuhan telah tetapkan bagi kita di dalam Kristus, yaitu kehidupan baru yang luar biasa.
Untuk tujuan inilah buku "It's A New Life" saya tulis, supaya kita yang telah percaya kepada Yesus, kita dapat mengetahui kehidupan baru yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Dan tentunya bukan hanya sekadar kita mengetahuinya saja, tetapi kita mengalami kehidupan baru yang luar biasa itu sepanjang hidup kita. Sehingga hidup kita dapat memuliakan Tuhan dan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
Saya berdoa kepada Tuhan, kiranya Dia memberikan roh hikmat dan wahyu kepada para pembaca buku "It's A New Life" ini, sehingga memberikan pencerahan kepada mereka, sehingga sementara sedang membaca atau sudah selesai membaca buku ini, mereka mengalami kasih karuniaNya yang telah dilimpahkan kepada setiap orang percaya.
Selamat membaca dan mengalami AnugerahNya.
Dalam anugerahNya,
Hendra Zefanya
Pada saat seseorang percaya kepada Yesus bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatnya, maka saat itu juga dia mengalami apa yang pernah dikatakan oleh Yesus kepada Nikodemus di dalam Yohanes 4, yaitu "dilahirkan kembali" menjadi ciptaan baru. Ada perubahan di dalam inti keberadaan hidupnya. Dia menjadi manusia baru, yang lama telah berlalu dan yang baru sudah datang.
Untuk mengerti lebih lagi seperti apakah kehidupan manusia baru kita ini, maka kita perlu mengerti lebih dahulu apa yang ditulis oleh rasul Paulus di dalam 1 Tesalonika 5:23.
"Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita."
Rasul Paulus menjelaskan kepada kita bahwa ternyata manusia itu terdiri dari 3 bagian, yaitu roh, jiwa dan tubuh. Tetapi inti dari keberadaan manusia yang sebenarnya adalah rohnya. Itu dapat kita ketahui pada saat Allah menjadikan manusia pertama itu.
Allah membentuk manusia itu yaitu Adam dari debu tanah, tetapi sebelum Allah menghembuskan napas hidup kepadanya, manusia itu belum menjadi makhluk hidup. Tetapi setelah Allah menghembuskan napas hidup, barulah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
"Menghembuskan napas hidup" juga mempunyai arti menghembuskan roh. Jadi Allah memberikan roh kepada manusia yang membuat manusia itu menjadi makhluk hidup. Jadi inti keberadaan manusia adalah rohnya. Rohnya dijadikan menurut rupa dan gambar Allah yang adalah Roh adanya, seperti yang tertulis di Injil Yohanes 4:24.
"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, roh manusia mempunyai kemampuan untuk bersekutu dengan Allah, rohnya sempurna, begitu juga dengan jiwa dan tubuhnya, mengikuti apa yang terjadi di dalam rohnya dan mereka mempunyai kemuliaan Tuhan, diciptakan menurut rupa dan gambar Allah. Juga kepada mereka diberikan kuasa oleh Tuhan untuk memerintah atas semua ciptaan Tuhan yang lainnya.
Roh manusia memiliki kemampuan untuk menaati Allah. Tetapi Allah memberikan manusia kehendak bebas untuk memilih menaati Allah atau yang lain. Karena Allah tidak menjadikan manusia seperti robot. Itulah keadaan manusia pada awalnya sebelum jatuh ke dalam dosa. Sempurna, dahsyat dan ajaib kejadian manusia itu seperti yang dikatakan oleh Daud dalam Mazmur 139:14.
"Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat dan jiwaku benar-benar menyadarinya."
KEADAAN MANUSIA SETELAH JATUH KE DALAM DOSA
Manusia diberi kehendak bebas untuk memilih menaati Allah atau tidak. Dan ternyata dengan kehendak bebasnya itu manusia memilih untuk tidak menaati Allah tetapi menaati si iblis.
Dengan memercayai dustanya si iblis melalui ular yang telah menipu mereka, mereka jatuh ke dalam dosa. Dengan memakan buah pengetahuan baik dan jahat yang dilarang oleh Tuhan supaya tidak dimakannya. Dan sebagai akibat ketidaktaatan mereka [Adam dan Hawa], mereka jatuh ke dalam dosa dan menjadi orang berdosa serta dikuasai oleh dosa.
ROH MANUSIA MENGALAMI KEMATIAN
"Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." [Kejadian 2:17]
"Pastilah engkau mati", adalah akibat yang terjadi pada manusia [Adam] pada saat makan buah pengetahuan baik dan jahat. Apa yang mati dari manusia? Apakah setelah Adam dan Hawa makan buah yang dilarang itu mereka langsung mati? Ternyata tubuh dan jiwa mereka tidak langsung mati pada saat itu, tetapi yang mati pada saat itu dari Adam dan Hawa adalah rohnya.
Bagaimana dengan jiwa dan tubuhnya? Jiwa manusia mengalami kerusakan, pikirannya negatif, perasaannya negatif dan kehendaknya negatif. Dan tubuhnya dikuasai oleh kelemahan yang akhirnya suatu saat akan mengalami kematian.
Roh manusia yang telah mati tidak dapat lagi bersekutu dengan Allah, sehingga manusia terpisah dari Allah selama lamanya. Keserupaan dengan Allah di dalam roh Adam menjadi rusak.
AKIBAT DOSA ADAM TERHADAP SEMUA MANUSIA
"Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa." [Roma 5:12]
Dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang [Adam] dan membuat semua manusia menjadi berdosa. Manusia berdosa bukan karena apa yang ia perbuat tetapi karena apa yang telah Adam perbuat. Manusia menjadi orang berdosa karena ada benih dosa Adam di dalam hidupnya sehingga apa saja yang diperbuat oleh manusia adalah perbuatan dosa.
Pikiran manusia semata-mata jahat dan manusia menolak Allah dan manusia hidup hanya untuk memuaskan keinginan diri sendiri saja sehingga manusia dikuasai oleh dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dan sebagai akibatnya semua manusia akan menerima murka Allah yaitu kematian kekal yaitu terpisah dari Allah selama-lamanya, karena upah dosa adalah maut.
Manusia menjadi hamba dosa dan apa saja yang dilakukan oleh manusia semata mata jahat adanya. Bahkan semua perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia seperti kain kotor di hadapan Allah. Dan itu semua tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri apalagi orang lain dari murka Allah.
HANYA ALLAH YANG DAPAT MENYELAMATKAN SEMUA MANUSIA
Pada awalnya, jauh sebelum Allah menjadikan manusia dengan kehendak bebas yang Allah berikan kepada manusia, Allah yang Mahatahu sudah mengetahui bahwa manusia yang dijadikanNya akan menggunakan kehendak bebasnya untuk memilih tidak menaati Allah. Allah sudah mempersiapkan rencanaNya yang kekal untuk melakukan penebusan terhadap manusia.
APA YANG ALLAH LAKUKAN UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA YANG BERDOSA?
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" [Yohanes 3:16]
Walaupun manusia telah berbuat dosa dan telah menolak Dia, Allah adalah kasih, yang tetap mengasihi manusia bahkan Dia bukan hanya mengasihi tetapi begitu besar kasihNya terhadap manusia. Dia rela memberikan AnakNya yang tunggal yaitu Yesus kepada manusia, supaya bagi yang percaya kepada Yesus tidak binasa, tidak lagi dihukum, tidak lagi menerima murka Allah tetapi beroleh hidup yang kekal. Boleh diterima oleh Allah dan dapat bersekutu dengan Allah. Itulah yang Allah lakukan untuk menyelamatkan manusia yang berdosa, supaya manusia dapat kembali kepadaNya.
APA YANG TELAH DILAKUKAN YESUS SEHINGGA MANUSIA DAPAT DISELAMATKAN?
Puji Tuhan, dengan kematianNya di kayu salib, Yesus telah menerima murka Allah yang harusnya diterima oleh manusia, supaya manusia yang percaya kepadaNya tidak akan menerima murka Allah. Yesus telah mati di kayu salib, dikuburkan dan bangkit kembali untuk hidup selama lamanya.
KaryaNya di kayu salib telah memikul segala dosa kita [1 Petrus 2:24a], menebus pelanggaran pelanggaran kita [Ibrani 9:15]. Yesus telah mengampuni semua dosa kita, membenarkan kita dan menjadikan kita menjadi orang-orang benarNya Allah [1 Korintus 1:30; Roma 5:19].
Puji Tuhan, Yesus telah membenarkan kita melalui karyaNya di kayu salib. Kita dibenarkan bukan karena apa yang telah kita perbuat, tetapi oleh karena apa yang Yesus telah perbuat.
Yesus telah menguduskan kita dan telah menjadikan kita menjadi orang-orang kudusNya Tuhan [1 Korintus 1:30; Roma 1:7]. Karena perbuatan Yesus di kayu salib, kita diterima oleh Allah sepenuhnya. Bahkan kita telah dijadikan menjadi anak-anakNya. Dan Yesus Kristus telah menjadikan kita menjadi ciptaan baru.
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." [2 Korintus 5:17]
Dan setelah kita percaya Yesus, kita adalah ciptaan baru dan kita telah mengenakan manusia baru yang telah diciptakan oleh Allah untuk kita.
"dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." [Efesus 4:24]
Kehidupan kita yang lama telah mati bersama-sama dengan kematianNya, dikuburkan bersama-sama dengan Yesus, dan telah dibangkitkan bersama-sama dengan kebangkitan Kristus dalam kehidupan yang baru, dalam manusia baru. Itulah kehidupan yang baru yang dimiliki oleh setiap orang yang telah percaya kepada Yesus.
ROH KITA MENJADI CIPTAAN BARU
Pada saat kita percaya Yesus, maka sesuatu yang dahsyat terjadi di dalam roh kita. Roh kita yang sudah mati karena dosa Adam telah diganti dengan roh yang baru [Yehezkiel 36:26], itulah manusia baru kita.
Tetapi jiwa kita belum mengalami perubahan yang sangat besar walaupun mungkin terjadi sesuatu di jiwa kita ketika kita percaya Yesus. Misalnya: pada saat kita percaya Yesus, ada damai sejahtera dan sukacita di dalam hidup kita. Tetapi apa yang kita alami di jiwa kita tidak seperti apa yang dialami oleh roh kita.
Roh kita mengalami pemulihan yang sempurna sedangkan jiwa kita belum mengalami pemulihan yang sempurna. Itu sebabnya Rasul Paulus mengatakan di suratnya di Roma 12:2 supaya kita mengalami perubahan yang terus menerus terjadi di jiwa kita.
Sama seperti jiwa kita begitu juga dengan tubuh kita belum mengalami pemulihan yang sempurna. Tubuh kita akan mengalami pemulihan yang sempurna ketika Yesus datang ke-2 kalinya. Ketika Yesus datang yang ke-2 kalinya, maka tubuh kita diubah menjadi tubuh kemuliaan.
BANYAK ORANG KRISTEN BELUM MENIKMATI KEHIDUPAN BARUNYA
Mengapa banyak orang Kristen belum menikmati kehidupan barunya di dalam Kristus? Karena jiwa mereka belum mengalami perubahan yang terus menerus. Jiwa kita yang masih rusak karena dosa Adam dan harus mengalami perubahan terus menerus supaya setuju dengan apa yang sudah terjadi di dalam roh kita.
Di bab "Mengalaminya setiap hari", kita akan membahasnya lebih dalam lagi tentang mengapa kita harus mengalami perubahan yang terus menerus. Karena di bab ini, kita masih membahas lebih lagi tentang apa yang terjadi di dalam roh kita ketika kita dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru.
Roh kita yang baru adalah roh yang sempurna, yang kudus dan yang benar di hadapan Allah. Roh kita yang baru adalah keberadaan kita yang sebenarnya di hadapan Tuhan.
Karena apa yang telah Yesus lakukan di kayu salib, itu terjadi di dalam roh kita ketika kita dilahirkan kembali. Roh kita yang baru didiami oleh Roh Tuhan.
"Sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." [1 Yohanes 4:4]
Roh Tuhan tinggal bersama-sama di dalam roh yang baru. Roh Tuhan yang luar biasa, yang dahsyat tinggal di dalam roh kita. Dan tahukah Anda? Bahwa roh kita yang baru menjadi satu dengan Roh Tuhan.
"Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia." [1 Korintus 6:17]
Itulah manusia baru kita karena kita ada di dalam Yesus. Semua kepenuhan Allah berdiam di dalam roh kita. KuasaNya ada di dalam roh kita. Karakter dan sifat-sifatNya ada di dalam roh kita. Buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri ada di dalam roh kita.
Karena di dalam roh kita ada RohNya dan roh kita menjadi satu dengan RohNya. Roh kita dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan. Wow, luar biasa itulah manusia baru kita di dalam Kristus.
Hiduplah seperti yang telah terjadi di dalam roh kita. Karena ketika kita hidup seperti yang telah terjadi di dalam roh kita yang baru maka kita akan hidup memuliakan Tuhan, hidup berkemenangan dan hidup berkelimpahan dan juga hidup kita akan menjadi berkat bagi banyak orang.
Itulah kehidupan baru yang Tuhan telah kerjakan bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Kehidupan kita yang lama telah berlalu dan sesungguhnya kehidupan yang baru telah datang, itulah kehidupan baru kita di dalam Kristus. Kehidupan yang dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, luar biasa bukan? Itulah kehidupan baru Anda dan saya sekarang, karena kita ada di dalam Kristus.
Kehidupan yang dimahkotai dengan kasih setia dan rahmat, kehidupan yang disertai oleh Tuhan senantiasa. Kehidupan yang penuh dengan kasih karunia dan kehidupan yang selalu diikuti oleh kebajikan dan kemurahan Tuhan. Itulah kehidupan baru Anda dan saya sejak kita percaya Yesus. Telah dilahirkan kembali untuk menjadi ciptaan baru, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang. Puji nama Tuhan.
PENGAKUAN IMANKU
Di dalam Kristus,
saya adalah ciptaan baru
yang lama sudah berlalu
yang baru telah datang.
Di dalam Kristus
kehidupan saya sekarang
adalah kehidupan yang baru
dan kehidupan yang dimahkotai
dengan kemuliaan dan hormat.
Setelah kita menjadi orang percaya kepada Yesus, maka kita mengalami kelahiran kembali, kita menjadi ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu dan sesungguhnya yang baru sudah datang. Itulah yang Yesus kerjakan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Dan Yesus juga telah membenarkan kita dan menjadikan kita menjadi orang benar di dalam Dia. Itulah yang dikatakan oleh rasul Paulus kepada jemaat Tuhan di Roma:
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus." [Roma 3:23-24]
DIBENARKAN ARTINYA MEMILIKI KEDUDUKAN YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN
Jadi status kita atau kedudukan kita di dalam Kristus adalah orang-orang yang telah dibenarkan. Tetapi sayangnya banyak orang percaya yang tidak meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa mereka adalah orang benar. Mereka masih menganggap diri mereka sebagai orang yang berdosa.
Apalagi ketika mereka gagal melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan di dalam firmanNya, mereka gagal hidup kudus atau sedang melakukan kebiasaan buruk atau dosa tertentu.
Pada saat itu mereka memandang diri mereka sebagai orang berdosa. Sehingga membuat mereka bukan semakin dekat dengan Tuhan tetapi semakin jauh dari Tuhan. Mengapa? Karena mereka merasa tidak layak di hadapan Tuhan.
Dan sebagai akibatnya mereka bukan keluar sebagai orang yang lebih dari pemenang dari dosa tersebut, tetapi sebaliknya mereka semakin terikat dengan dosa tersebut dan semakin terbelenggu dengan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut.
ANUGERAH KEBENARAN
"Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus." [Roma 3:24]
Rasul Paulus mengatakan bahwa kita dibenarkan oleh kasih karunia, dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Itu artinya bahwa kita dibenarkan atau dijadikan benar bukan karena perbuatan-perbuatan kita tetapi karena apa yang telah Yesus lakukan di kayu salib.
Banyak orang percaya yang masih berusaha dengan usahanya, dengan perbuatannya supaya menjadi orang benar.
Tahukah Anda bahwa tidak ada satupun perbuatan manusia yang dilakukannya yang dapat menjadikan dirinya menjadi orang benar. Tidak ada sama sekali. Kita hanya dapat dibenarkan atau menjadi orang benar karena perbuatan Yesus di kayu salib bagi kita.
Menjadi orang benar adalah anugerah dari Tuhan, pemberian cuma-cuma dari Allah. Jika kita masih berusaha mendapatkannya dengan usaha-usaha kita, maka sebenarnya kita sedang berkata bahwa karya Yesus di kayu salib belum cukup untuk membenarkan kita. Itulah yang banyak dilakukan oleh orang-orang percaya yang tidak mengetahui kebenaran. Kita dibenarkan bukan karena usaha atau perbuatan kita, kita dibenarkan dan menjadi orang benar hanya karena perbuatan Yesus saja, titik.
"Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar." [Roma 5:19]
Ketidaktaatan Adam membuat semua orang, telah menjadi orang berdosa, demikian pula ketaatan Yesus membuat semua orang menjadi orang benar. Itulah status kita di dalam Yesus.
Kita adalah orang-orang benar. Itulah anugerah kebenaran yang Yesus telah berikan kepada kita yang percaya. Jadi menjadi orang benar itu adalah karena anugerah bukan karena perbuatan kita.
HANYA PERCAYA
Untuk menjadi orang benar, yang perlu kita lakukan adalah percaya saja terhadap apa yang telah Yesus lakukan bagi kita yang percaya. Seperti yang dilakukan oleh Abraham bapa orang percaya. Seperti yang tertulis di dalam Roma 4:3
"Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
Allah menyatakan bahwa Abraham benar bukan berdasarkan apa yang telah dia lakukan, tetapi semata-mata karena dia percaya kepada Allah. Dengan cara itulah kita juga dibenarkan. Percayalah bahwa setelah Anda percaya Yesus, lahir baru, Anda adalah orang benar di dalam Tuhan. Jangan lagi ditipu oleh si iblis yang membisikkan ke telinga Anda dan mengatakan bahwa Anda adalah orang berdosa dan Anda tidak layak di hadapan Tuhan. Jangan percaya tipuan iblis, tetapi percayalah apa yang firman-Nya telah katakan tentang Anda di dalam Yesus.
Mengapa kita dapat menjadi orang benar? Apa yang telah Yesus lakukan kepada kita? Raja Daud pernah berkata: berbahagialah orang yang dibenarkan Allah bukan karena perbuatannya tetapi karena perbuatan Allah. Dan berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan yang ditutupi dosa-dosanya, yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan (Roma 4:6-8).
Itulah yang Yesus lakukan bagi kita yang percaya. Yesus telah mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita. Dan Yesus telah menghapus segala dosa kita. Karena perbuatan Yesuslah maka kita menjadi orang benar.
Tetapi mengapa saya masih terikat dengan kebiasaan-kebiasaan buruk? Bukankah Yesus telah menjadikan saya menjadi orang benar? Mungkin itulah yang ada di pikiran Anda sekarang ini, saat Anda sedang membaca buku ini. Tahukah Anda, mengapa itu terjadi? Itu dikarenakan Anda tidak mengetahui kebenaran ini. Karena ketika Anda tahu kebenaran ini dan Anda percaya kebenaran ini, yaitu Anda adalah orang benar di dalam Yesus.
Maka saya percaya, apa yang Anda percayai itu akan terjadi. Karena kepercayaan yang benar akan menghasilkan tindakan yang benar. Kepercayaan yang benar akan menghasilkan hidup yang benar.
Dibenarkan artinya memiliki kedudukan yang benar di hadapan Tuhan. Tuhan melihat kita sebagai orang benar bukan karena apa yang telah kita lakukan, tetapi Tuhan melihat kita sebagai orang benar karena kita percaya kepada Yesus, percaya akan apa yang telah Yesus lakukan di kayu salib.
Tuhan melihat kita sebagai orang yang benar dan memperlakukan kita sebagai orang yang telah dibenarkan oleh Darah Yesus. Sama seperti Allah melihat dan memperlakukan Abraham sebagai orang benar karena kepercayaannya kepada Allah.
Demikian juga hal yang sama terjadi kepada kita yang percaya kepada Yesus, Allah melihat dan memperlakukan kita sebagai orang benar. Jadi percayalah dan terimalah status Anda yang baru di dalam Kristus. Anda sekarang bukan sebagai orang yang tidak benar tetapi Anda adalah orang benar. Itulah anugerah yang telah kita terima di dalam Yesus.
Ketika Anda percaya bahwa sekarang Anda adalah orang benar, maka Anda akan bertindak sebagai orang benar, Anda akan memiliki cara hidup sebagai orang benar. Anda pasti akan menang atas kebiasaan-kebiasaan buruk yang sedang mengikat Anda.
Anda adalah orang benarNya Tuhan. Dan karena kita adalah orang-orang benarNya Tuhan, maka kita dapat mengalami berkat-berkat Tuhan bagi orang-orang benar.
"Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai." [Mazmur 5:13]
Kita dibenarkan oleh kasih karunia, dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
PENGAKUAN IMANKU
Di dalam Kristus,
saya adalah
orang benarnya Tuhan,
karena saya telah
dibenarkan oleh Tuhan
bukan karena perbuatan saya
tetapi karena perbuatan
Yesus di salib buat saya.
Saya orang benarnya Tuhan
dan Tuhan memagari saya
dengan anugerahNya.
Puji Tuhan, setelah kita menjadi orang percaya, kita adalah orang-orang benarNya Tuhan, karena telah dibenarkan oleh pengorbanan Yesus di kayu salib. Kita dibenarkan bukan karena apa yang telah kita perbuat atau apa yang akan kita perbuat, tetapi kita dibenarkan dan menjadi orang benar karena perbuatan Yesus di kayu salib.
Sama seperti menjadi orang benar bukan karena perbuatan kita, begitu juga menjadi orang kudus juga bukan karena perbuatan kita, tetapi itu juga karena perbuatan Yesus bagi kita. Menjadi orang kudus itu adalah status kita juga di dalam Kristus.
Tetapi sayangnya banyak orang percaya yang tidak melihat diri mereka sebagai orang kudusNya Tuhan, mereka masih menganggap diri mereka sebagai orang berdosa. Ada juga orang orang percaya yang melihat hidup mereka sebagai orang berdosa dan sebagai orang kudus. Mereka hidup di dalam dua keadaan. Mereka tidak yakin bahwa di dalam Kristus mereka adalah orang orang kudus.
Sangat membingungkan bukan? Coba bayangkan jika ada seseorang di mana dia tidak yakin apakah dia seorang perempuan atau dia seorang laki-laki. Apa yang akan terjadi dengan orang tersebut? Yang pasti, dia akan menderita dengan kebingungan dan tersiksa dengan keadaan seperti itu. Itu merugikan sekali bagi dirinya sendiri.
Banyak orang percaya masih hidup seperti, pada saat dia sepertinya "hidup kudus", maka dia merasa sebagai orang kudus, tetapi pada saat dia jauh dari Tuhan, jatuh ke dalam perbuatan dosa, maka dia merasa sebagai orang berdosa. Ini tidak boleh terjadi dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Bagaimana jalan keluarnya? Jika Anda mengetahui kebenaran, maka kebenaran itu akan memerdekakan Anda.
SATU KALI DIKUDUSKAN UNTUK SELAMA-LAMANYA
"Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus." [Ibrani 10:10]
Tahukah Anda bahwa adalah kehendak Tuhan untuk menguduskan kita yang percaya kepada Yesus? Dan tahukah Anda bahwa Tuhan telah menguduskan kita satu kali untuk selama-lamanya? Luar biasa karya Yesus bagi kita yang percaya.
Itu artinya kita menjadi orang kudus bukan untuk sementara tetapi untuk selama-lamanya. Menjadi orang kudus bukan karena perbuatan-perbuatan kita. Yesus telah menjadikan kita kudus melalui pengorbananNya di kayu salib.
Sayangnya masih banyak orang percaya memandang diri mereka belum kudus dan mereka berusaha keras untuk menjadi kudus. Pada kenyataannya kita telah menjadi kudus, dan menjadi orang kudusNya Tuhan.
Itulah yang Yesus lakukan bagi kita yang percaya. Melalui darahNya yang telah tercurah di kayu salib, Yesus telah menguduskan kita dan menjadikan kita orang kudus. Tuhan melihat kita sebagai orang-orang kudus untuk selama-lamanya.
Walaupun seringkali kita merasa tidak kudus karena kegagalan-kegagalan yang kita lakukan. Dan seringkali kita tidak percaya kepada apa yang Yesus telah lakukan bagi kita. Kita lebih percaya kepada apa kata orang tentang diri kita dan kita lebih percaya akan perbuatan-perbuatan kita dibanding kita percaya kepada apa yang telah Yesus lakukan bagi kita melalui karyaNya di kayu salib.
Bagaimana dengan kebiasaan-kebiasaan lama yang mungkin seringkali kita masih lakukan? Apakah itu membuktikan bahwa kita bukanlah orang-orang kudus? Saya percaya bahwa kita telah dikuduskan oleh darah-Nya satu kali untuk selama-lamanya dan kita sedang belajar supaya kita terbiasa dengan hidup kudus tersebut.
Kita sedang belajar mempraktikkan kehidupan yang kudus itu dan sementara kita sedang belajar untuk hidup kudus selalu ada kelemahan-kelemahan, cacat-cacat dan dosa yang mungkin kita lakukan.
Tetapi percayalah kepada firmanNya bahwa penebusan yang Yesus lakukan itu mampu menutup semuanya itu, pada masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang. Karya Yesus itu sempurna, kekal, dahsyat dan ajaib, dan oleh satu korban saja, Ia telah menyempurnakan selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.
"Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan." [Ibrani 10:14]
JEMAAT TUHAN DI DALAM PERJANJIAN BARU
Di dalam surat Kisah Para Rasul, firman Tuhan menyebut jemaat Tuhan sebagai orang-orang kudusNya Tuhan. Sebagai contoh, perkataan Ananias tentang jemaat Tuhan yang di Yerusalem. Ketika Ananias diperintahkan oleh Tuhan untuk menemui Saulus dan mendoakannya, Ananias sempat menolak dengan alasan bahwa Saulus telah menganiaya jemaat Tuhan di Yerusalem.
Ananias menyebut jemaat Tuhan di Yerusalem sebagai orang-orang kudusNya Tuhan [Kisah Para Rasul 9:13]. Dalam perjalanan pelayanan Rasul Petrus, dia singgah juga kepada orang-orang kudus di Lida. Juga Paulus menyebut jemaat-jemaat Tuhan di Roma, di Korintus, di Galatia dan di kota-kota yang lain, sebagai orang-orang kudus.
"Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus." [Roma 1:7]
"Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus." [Efesus 1:1]
Di dalam Perjanjian Baru tidak ada jemaat yang bergumul dengan amoralitas dan kedagingan dengan lebih nyata dibandingkan dengan jemaat di Korintus. Mereka bergumul dengan segala macam kejahatan, perpecahan [1 Korintus 1:10-11], dengan kesombongan [1 Korintus 3:18], dan bahkan dengan dosa amoralitas yang mencolok.
Jemaat Tuhan di Korintus sangat tidak dewasa, dan dipengaruhi oleh kedagingan. Tetapi walaupun keadaan jemaat di Korintus seperti itu, Paulus tetap menyebut mereka sebagai orang-orang kudus yang telah dikuduskan dalam Kristus.
"kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita." [1 Korintus 1:2]
Luar biasa bukan? Karya Yesus itu sempurna, telah menguduskan orang yang percaya kepadaNya satu kali untuk selama-lamanya. Juga rasul Petrus menulis surat kepada orang-orang percaya yang ada di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia kecil dan Britania sebagai orang-orang yang dikuduskan oleh Roh. Juga di 1 Petrus 2:9, Petrus mengatakan bahwa mereka adalah bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib."
Kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Yesus, di mata Tuhan, kita adalah orang-orang kudus, bangsa yang kudus, milik kepunyaan Tuhan. Maka sekarang jangan lagi iblis menipu Anda lagi yang mengatakan bahwa Anda bukan orang kudusNya Tuhan, dan Anda tidak layak bagi Tuhan. Tolak pemikiran yang mengatakan bahwa Anda bukan orang kudus. Karena yang benar adalah bahwa di dalam Yesus, Anda adalah orang kudusNya Tuhan.
Percayalah itu dan terimalah kenyataan itu serta praktikkanlah kehidupan yang kudus yang Yesus telah anugerahkan kepada Anda. Dan lihatlah serta alamilah kuasa Tuhan yang akan menolong Anda mengalahkan kebiasaan-kebiasaaan buruk yang selama ini telah mengikat Anda.
Anda telah dibenarkan dan telah dikuduskan oleh darahNya Yesus, sehingga sejak kita menjadi orang percaya, Anda menjadi orang benar dan orang kudus. Dia melihat kita sebagai orang kudus, karena kita ada di dalam Yesus.
Katakan dengan suara yang keras, bahwa Anda adalah orang yang telah dikuduskan dan menjadi orang kudus untuk selama-lamanya. Dan pujilah namaNya serta bersyukurlah atas perbuatanNya yang sangat besar itu bagi Anda.
"Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita." [1 Korintus 1:30]
PENGAKUAN IMANKU
Di dalam Kristus,
saya adalah orang kudusnya Tuhan,
karena saya telah
dikuduskan oleh Tuhan
bukan karena perbuatan saya,
tetapi karena perbuatan Yesus
di salib buat saya.
Saya orang kudusnya Tuhan.
Allah telah menjadikan setiap kita yang percaya kepada Yesus menjadi ciptaan baru atau manusia baru dan Dia juga membenarkan kita sehingga kita menjadi orang-orang benarNya Tuhan serta Dia juga telah menguduskan kita satu kali untuk selama-lamanya, sehingga kita juga adalah orang-orang kudusNya Tuhan.
Luar biasa bukan, karya Yesus itu bagi kita yang percaya? Ya, karya Yesus itu sempurna, kekal dan sudah selesai.
Dan Dia juga telah menjadikan kita yang percaya kepada Yesus, menjadi anak-anakNya seperti yang tertulis di Injil Yohanes 1:12
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya."
Tuhan menjadikan kita sebagai anak-anakNya, karena Dia mau hubunganNya dengan kita yang percaya lebih dari sekadar dari hubungan antara Sang Pencipta dengan umat ciptaanNya. Tuhan mau memiliki hubungan yang lebih dari itu, Dia mau hubunganNya dengan kita yang percaya sebagai Bapa dengan anak-anakNya. Dia sangat menginginkan itu. Itulah yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam suratnya di Efesus 1:5
"Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya."
DALAM KASIH
Ini menyatakan kepada kita bahwa Allah adalah kasih dan Dia menjadikan kita sebagai anak-anakNya karena kasihNya dan Dia mau memiliki hubungan yang berdasarkan kasih dengan kita yang percaya kepada Yesus.
Allah ingin menjadikan kita yang percaya menjadi objek kasihNya. Bahkan Dia begitu mengasihi kita sebelum kita menjadi anak-anakNya. Dia sudah mengasihi kita pada waktu kita masih menjadi orang berdosa. Itu yang dikatakan oleh Rasul Paulus di kitab Roma 5:8
"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."
Luar biasa bukan? Coba baca sekali lagi Roma 5:8, dan perhatikan kata demi kata, Dia sudah mengasihi kita sebelum kita menjadi orang percaya, Dia sudah mengasihi kita ketika kita masih berdosa. Itu sekali lagi membuktikan kepada kita bahwa Allah adalah kasih. Dia sangat mengasihi kita. Dia mengasihi Anda dan saya. Kita adalah orang-orang yang dikasihi olehNya.
DARI SEMULA
Rencana Allah untuk menjadikan kita sebagai anak-anakNya bukanlah sebuah rencana yang tiba-tiba atau mendadak. RencanaNya untuk menjadikan kita sebagai anak-anakNya bukan pada waktu kita percaya kepada Yesus. Tetapi rencanaNya itu sudah ada dari semula. Sebelum kita dilahirkan ke dalam dunia, sebelum kehidupan kita dimulai di bumi ini, bahkan sebelum dunia dijadikan.
Tahukah Anda bahwa Tuhan telah merencanakan untuk menjadikan kita untuk menjadi anak-anakNya, sudah direncanakan olehNya dari sejak semula? Luar biasa bukan? Anda dan saya adalah anak-anakNya yang dikasihiNya yang sudah ditetapkan dari semula.
ANAK-ANAK YANG DIADOPSI
Dalam Alkitab versi KJV dipakai kata "untuk diadopsi menjadi anak-anakNya. Biasanya jika seseorang di dalam dunia ini mau mengadopsi seorang anak untuk menjadi anaknya, maka orang tersebut akan sangat memperhatikan atau mempertimbangkan beberapa hal yang sangat penting.
Orang itu akan memperhatikan bagaimana keadaan fisik anak itu. Sehatkah? Normalkah? Bagaimana parasnya? Cakap atau cantikkah anak itu? Bagaimana "pohon keluarganya"? Siapakah orangtua dari anak tersebut? Jika beberapa hal tersebut di atas jawabannya tidak baik, maka orang tersebut pasti tidak jadi mengadopsi anak tersebut.
Walaupun saya tahu, ada seorang bapa rohani saya yang sudah pernah mengadopsi beberapa anak-anak yang tidak memenuhi syarat menjadi anak-anaknya. Tetapi pada umumnya yang terjadi adalah orang-orang akan mengadopsi seorang anak yang memenuhi syarat untuk menjadi anak-anak mereka.
Tetapi tidak demikian dengan Tuhan yang kita kenal di dalam Yesus, Dia tidak seperti manusia yang hanya mau mengadopsi seorang anak yang memenuhi syarat-syaratnya. Tetapi kebenarannya adalah Dia telah menetapkan untuk mengadopsi kita menjadi anak-anakNya dari sejak semula. Tidak peduli bagaimana keadaan kita, siapakah kita atau bagaimana latar belakang kita.
Dia tidak peduli apa yang telah kita perbuat, apakah yang telah kita capai di dalam dunia ini. Dia telah memutuskan untuk mengadopsi kita sejak semula, walaupun menurut ukuran manusia kita tidak memenuhi syarat, tidak bijak, tidak hebat dan tidak terpandang serta tidak berpengaruh seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus di 1 Korintus 1:26
"Ingat saja, saudara-saudara bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak yang terpandang."
Tuhan tidak peduli dengan itu semuanya. Dia telah memilih Anda dan saya untuk menjadi anak-anakNya. Anak-anak yang diadopsi adalah anak-anak yang diinginkan. Itu berarti ketika Allah mengadopsi kita untuk menjadi anak-anakNya, Dia menginginkan itu. Dia ingin kita menjadi anak-anakNya. Segala pujian dan kemuliaan hanya bagi Tuhan kita.
SESUAI DENGAN KERELAAN KEHENDAKNYA
Kata Yunani yang dipakai untuk kata "kehendak" mempunyai arti "sebuah hasrat yang bergolak yang lahir dari hati seseorang atau emosi seseorang". Jadi Tuhan sangat berkeinginan untuk menjadikan kita sebagai anak-anak adopsiNya.
Dia begitu rindu dan bersukacita untuk melakukan rencanaNya bagi hidup kita untuk menjadi anak-anakNya. Dan kehendakNya itu dilakukan dengan rela bukan karena terpaksa atau karena paksaan.
Jika seseorang melakukan perbuatan baik kepada seseorang yang lain, tetapi dia melakukannya dengan terpaksa atau dengan bersungut-sungut atau sedih atau marah. Maka orang lain yang menerima perbuatan baik dari orang tersebut akan menerimanya tidak dengan sukacita.
Tetapi tidak demikian dengan Tuhan kita, Dia melakukannya dengan sukacita, Dia mengadopsi kita dengan keinginan yang kuat. Dia begitu senang melakukannya. Karena dalam kasih Dia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya sesuai dengan kerelaan kehendakNya.
TUHAN ADALAH BAPA KITA YANG BAIK
Sekarang kita tahu bahwa Tuhan dengan rela, dengan sukacita menginginkan kita menjadi anak-anak adopsiNya. Dan itu telah ditetapkan dari semula. Karena Dia sangat menginginkan hubungan kita dengan Dia memiliki hubungan kasih seperti anak dengan bapanya.
Tetapi sayangnya banyak orang percaya yang masih memiliki pandangan yang salah mengenai Tuhan kita sebagai Bapa yang baik. Ada orang percaya yang memiliki pandangan bahwa Bapa kita di Sorga adalah Bapa yang kejam, Bapa yang tidak baik, Bapa yang pilih kasih, dan masih banyak lagi pandangan-pandangan yang salah tentang Bapa di Sorga.
Kebenarannya adalah Dia adalah Bapa kita yang baik bahkan sangat baik. KasihNya tidak berubah terhadap kita. Dia selalu memberikan yang baik kepada kita yang adalah anak-anak yang dikasihiNya. Sekalipun kita sering gagal untuk menyenangkanNya, Dia tetap mengasihi kita.
Bacalah perumpamaan yang dikatakan oleh Yesus mengenai anak yang terhilang yang terdapat di Injil Lukas 15:11-32 ini.
"Yesus berkata lagi: 'Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya.
Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk.
Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.'"
Apa yang sudah dilakukan oleh anaknya yang bungsu itu? Si bungsu meninggalkan ayahnya dengan membawa hartanya. Dengan semua kejahatan dan perbuatan yang salah yang dilakukan oleh si bungsu itu, akhirnya si bungsu jatuh miskin, sehingga hidupnya sangat menderita. Dan ia mengambil keputusan untuk kembali ke rumah bapanya.
Walaupun dengan ketakutan bahwa bapanya akan sangat marah, maka si bungsu itu akan meminta bapanya menjadikannya menjadi salah satu hamba dari ayahnya saja. Apa yang tejadi setelah si bungsu itu bertemu kembali dengan bapanya? Apakah ketakutan yang dipikirkan oleh si bungsu tentang bapanya itu menjadi kenyataan?
Ternyata yang dilakukan si bapa itu bertolak belakang dengan apa yang telah dipikirkan oleh si bungsu itu. Apa yang terjadi ketika si bungsu itu datang kepada bapanya? Bapanya sudah lama menantikan pertemuan itu terjadi.
Ketika bapanya melihat anaknya yang bungsu itu masih jauh, maka karena belas kasihan bapanya itu berlari dan mendapatkan dia dan memeluknya. Bapanya tidak memarahi si bungsu, dan juga bapanya tidak mengungkit-ungkit kesalahannya.
Seringkali kita mempunyai pandangan bahwa Bapa kita di Sorga suka mengingat-ingat kesalahan kita. Itu pandangan yang salah tentang Bapa kita yang di Sorga. Dia tidak mengingat-ingat lagi dosa-dosa dan kesalahan kita.
"Dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka." [Ibrani 10:17]
Luar biasa bukan? Itulah pandangan yang benar tentang Bapa kita di sorga. Sekarang kita kembali lagi ke perumpamaan tentang anak yang terhilang. Apa yang bapanya lakukan ketika si bungsu pulang ke rumahnya? Bapanya memeluk dia, itu artinya bapanya menerima dia, karena bapanya sangat merindukannya.
Lalu bapanya memberikan cincin, jubah dan sepatu. Apa artinya itu? Itu berarti bapanya mengingatkan si bungsu bahwa dia adalah anaknya. Karena seorang hamba tidak mendapatkan cincin, jubah dan sepatu. Seorang anak yang layak mendapatkan itu. Dan setelah itu bapanya buat pesta untuk anaknya si bungsu itu.
Yesus memberikan perumpamaan itu untuk menjelaskan tentang gambaran Bapa kita yang di sorga yang sangat bertolak belakang dengan bapa-bapa menurut hukum Taurat.
Di dalam hukum Taurat, jika ada seorang anak laki-laki yang kurang ajar, membuat kecewa bapanya, maka bapanya itu akan membawa anak itu di pintu gerbang, dan bapanya itu akan meminta para tua-tua kota itu untuk melempari anak itu dengan batu sampai mati.
"Apabila seseorang mempunyai anak laki-laki yang degil dan membangkang, yang tidak mau mendengarkan perkataan ayahnya dan ibunya, dan walaupun mereka menghajar dia, tidak juga ia mendengarkan mereka, maka haruslah ayahnya dan ibunya memegang dia dan membawa dia keluar kepada para tua-tua kotanya di pintu gerbang tempat kediamannya, dan harus berkata kepada para tua-tua kotanya: Anak kami ini degil dan membangkang, ia tidak mau mendengarkan perkataan kami, ia seorang pelahap dan peminum. Maka haruslah semua orang sekotanya melempari anak itu dengan batu, sehingga ia mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu; dan seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut." [Ulangan 21:18-21]
Yesus melalui perumpamaan itu sedang menjelaskan bahwa Bapa kita di Sorga itu sangat berbeda dengan bapa-bapa di dunia ini. Dia adalah Bapa yang baik, bahkan sangat baik.
Mungkin Anda sedang gagal dan jatuh ke dalam dosa. Dan Anda berpikir bahwa Bapa di Sorga tidak mau menerima Anda, tidak mau mengampuni Anda, tidak mengasihi Anda lagi, karena Anda telah gagal menyenangkan hatiNya.
Itu pikiran yang salah. Jangan lari dari kasihNya, kembalilah kepadaNya, Dia pasti menerima Anda apa adanya, karena Dia sangat mengasihi Anda.
Dia tidak pernah meninggalkan Anda, Dia tidak pernah menolak Anda. Kalau Anda mempunyai pikiran bahwa Allah tidak mengasihi Anda, tidak menerima Anda, dan tidak mau mengampuni Anda, itu adalah kebohongan dari si iblis. Jangan percaya kebohongan si iblis. Percayalah firmanNya.
Dia tidak mengingat-ingat lagi dosa-dosa Anda. Anda sudah dibenarkan, dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya. Dan Anda adalah Anak adopsiNya yang sangat dikasihiNya. Itulah status Anda di dalam Yesus. Dia adalah Bapa yang baik bahkan sangat baik. Selalu memberikan yang baik buat Anda.
PENGAKUAN IMANKU
Di dalam Kristus,
saya mempunyai Bapa di sorga
yang sangat mengasihi saya,
yang telah mengangkat saya
menjadi anakNya.
Di dalam Kristus,
saya adalah orang yang
sangat dikasihi Tuhan.
Kehidupan orang percaya adalah kehidupan yang luar biasa, bukan kehidupan yang biasa-biasa saja, apalagi kehidupan yang di bawah kehidupan biasa-biasa saja. Kehidupan orang percaya adalah kehidupan di atas rata-rata, kehidupan yang dahsyat, kehidupan yang dapat memberi pengaruh yang positif bagi orang lain, kehidupan yang memuliakan nama Tuhan serta kehidupan yang memberkati orang lain.
Tetapi sayang sekali tidak banyak orang percaya menjalani kehidupan yang luar biasa seperti yang Tuhan kehendaki bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Ada banyak orang percaya yang kehidupannya masih dikalahkan oleh masalah-masalah yang terjadi di dalam kehidupannya. Dikalahkan oleh dosa, dan ikatan-ikatan kebiasaan buruk. Banyak orang percaya tidak menjalani kehidupan yang Tuhan kehendaki dan tetapkan buat setiap mereka. Mengapa? Di mana letak masalahnya? Apakah di pihak Tuhan atau di pihak orang percayanya?
Di dalam bab ini kita akan tahu di mana letak masalahnya. Dan yang pasti letak masalahnya bukan di pihak Tuhan. Mengapa karena Dia Tuhan tidak pernah salah. Jadi itu berarti letak masalahnya ada di pihak orang percaya.
Ada banyak orang percaya yang tidak mengetahui kebenaran firman Tuhan mengenai apa saja yang Tuhan telah lakukan kepada orang percaya melalui karya Yesus di kayu salib. Dan apa saja yang telah Tuhan anugerahkan kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus. Saya percaya kebenaran firman Tuhan yang mengatakan, "Jika kamu mengetahui kebenaran, maka kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Bacalah buku yang saya tulis "Day & Night" terbitan Metanoia, supaya Anda dapat mengetahui kebenaran tentang apa saja perbuatan Yesus bagi kita dan apa saja yang telah Yesus anugerahkan kepada kita. Melalui buku "Day & Night" tersebut Anda akan mengetahui identitas atau status Anda di dalam Tuhan.
MENGAPA SETIAP ORANG PERCAYA DAPAT MEMILIKI KEHIDUPAN YANG LUAR BIASA?
"Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." [1 Yohanes 4:4]
Firman Tuhan mengatakan bahwa kita yang percaya kepada Yesus, kita berasal dari Allah dan ada Roh Tuhan yang tinggal di dalam kita. Roh yang luar biasa, yang lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia ini. Dahsyat kan? Ada Roh Tuhan di dalam kehidupan kita. Ada kehidupan Yesus di dalam kita.
Itulah yang Yesus janjikan kepada murid-muridNya bahwa Dia akan meminta kepada Bapa dan Bapa akan memberikan Roh Penolong yang akan menyertai mereka selama-lamanya dan Roh Penolong itu akan diam di dalam murid-muridNya [baca Yohanes 14:16-17].
Dan janji Yesus ini bukan saja untuk murid-murid Yesus pada waktu itu tetapi juga bagi kita yang percaya kepadaNya. Jadi kita bisa memiliki dan menjalani kehidupan yang luar biasa. Mengapa? Karena di dalam kita ada RohNya.
Di mana RohNya tinggal di dalam kita? Pasti Anda masih ingat di bab-bab sebelumnya dalam buku ini yang menjelaskan bahwa manusia itu terdiri dari 3 bagian, yaitu roh, jiwa dan tubuh [1 Tesalonika 5:23].
Jadi RohNya tinggal di dalam roh kita. Karena kita yang telah percaya, telah dijadikan ciptaan yang baru, yang lama telah berlalu dan yang baru telah datang. Saat kita percaya Yesus, apa yang baru? Roh kita yang telah dijadikan baru. Di situlah Roh Tuhan tinggal berdiam. Dan bukan saja tinggal berdiam di dalam roh kita saja, tetapi roh kita menjadi satu dengan Tuhan.
"Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia." [1 Korintus 6:17]
Ketika kita percaya kepada Yesus, menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat satu-satunya di dalam hidup kita, itu berarti kita telah mengikatkan diri kita kepada Tuhan dan menjadi satu roh dengan Tuhan.
Berhentilah membaca buku ini sejenak. Bersyukurlah kepada Tuhan bahwa di dalam Anda ada Roh Tuhan dan roh Anda menjadi satu dengan RohNya dan mulai dari sekarang pandanglah hidup Anda seperti apa kata firman Tuhan.
ADA KUASA TUHAN DI DALAM HIDUP KITA
Karena ada Roh Tuhan tinggal di dalam kita dan roh kita telah menjadi satu dengan Roh Tuhan, maka tentunya ada kuasa Tuhan di dalam kita. Itulah yang dikatakan oleh Yesus kepada murid-muridNya sebelum Yesus terangkat ke Sorga.
"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." [Kisah Para Rasul 1:8]
Mereka akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas mereka. Kata "kuasa" dalam bahasa Yunaninya adalah Dunamis yang mempunyai arti kekuatan, kemampuan, tenaga dan kesanggupan. Dan kita bisa baca kisahnya di dalam Kisah Para Rasul pasal 1-2.
Setelah mereka menerima Roh Kudus dan Roh Kudus tinggal di dalam mereka, kehidupan mereka berubah, ada kuasa Tuhan yang menyertai kehidupan mereka. Ada perkara-perkara besar yang mereka lakukan bersama dengan Tuhan. Mukjizat-mukjizat terjadi, orang yang sakit disembuhkan, yang dikuasai iblis dibebaskan dan orang-orang yang belum percaya kepada Yesus diselamatkan.
Penghalang-penghalang yang menghalangi rasul-rasul untuk memberitakan Injil, penghalang-penghalang tersebut dikalahkan. Luar biasa kehidupan rasul-rasul dan jemaat mula-mula pada waktu itu setelah Roh Kudus tinggal di dalam kehidupan mereka.
Tahukah Anda bahwa kehidupan yang rasul-rasul jalani pada waktu itu disebabkan karena ada Roh Kudus di dalam mereka. Jadi kita pun yang percaya kepada Yesus bisa mengalami juga kehidupan yang luar biasa itu.
Kita juga bisa mengalami mukjizat-mukjizat yang dikerjakan oleh Roh Kudus yang ada di dalam kehidupan kita. Apa yang sedang terjadi dalam kehidupan Anda? Apakah Anda sedang dikuasai oleh masalah-masalah yang terjadi di dalam hidup Anda, dalam rumah tangga Anda atau dalam pekerjaan Anda. Atau Anda sedang dikuasai oleh dosa, terikat dengan kebiasaan-kebiasaan buruk.
Tidak peduli masalah apa pun yang sedang terjadi di dalam kehidupan Anda, ketahuilah dan percayalah bahwa ada Roh Tuhan yang luar biasa di dalam Anda. Pakailah kuasa yang ada di dalam hidup Anda untuk menolong dan membebaskan Anda dari ikatan-ikatan tersebut dan alamilah mukjizat Tuhan terjadi di dalam kehidupan Anda sekarang juga.
Dia tidak hanya menyelamatkan kita saja, tetapi Dia membenarkan dan menguduskan kita sehingga kita menjadi orang benarNya dan orang kudusNya Tuhan. Lebih dari itu Dia juga telah menjadikan kita menjadi anak-anakNya. Dan Dia telah memberikan RohNya untuk tinggal di dalam kita. Dan sebagai akibatnya, kuasaNya juga ada di dalam hidup kita. KuasaNya menolong kita untuk dapat hidup berkemenangan, mengalahkan setiap godaan si iblis, membebaskan kita dari ikatan-ikatan dosa dan kebiasaan-kebiasaan buruk yang mungkin masih mengikat kita.
DOA RASUL PAULUS BAGI JEMAAT TUHAN DI EFESUS
Di dalam Efesus 1:15-23, adalah surat Rasul Paulus yang ditujukan kepada jemaat Tuhan di Efesus yang berisi doa yang dipanjatkannya kepada Tuhan. Yang salah satu isi doa tersebut adalah supaya jemaat Tuhan di Efesus dapat mengenal Tuhan dengan benar, sehingga mereka dapat mengalami betapa hebat kuasa-Nya bagi orang percaya.
"Dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga." [Efesus 1:19-20]
Betapa hebat kuasaNya bagi kita dan ada di dalam kita. Seberapa hebat? Ukuran kehebatan kuasaNya adalah dengan membangkitkan Yesus dari antara orang mati. KuasaNya adalah kuasa kebangkitan. Kebangkitan itulah yang menjamin keselamatan kita, yang membenarkan kita dan menguduskan kita serta menjadikan kita jadi anak-anakNya. Kuasa kebangkitanNya membuat yang mati jadi hidup kembali. Ada kerugian besar bagi kita dan tentunya bagi pekerjaan Tuhan jika kita tidak mengetahui bahwa ada kuasa Tuhan yang hebat di dalam hidup kita.
Percayalah dan terimalah kebenaran ini, bahwa ada Roh Tuhan dengan segala kuasaNya di dalam kita. Dan alamilah kuasaNya bagi Anda secara pribadi, keluarga Anda, pekerjaan atau pelayanan Anda.
Jika Anda sedang menghadapi "kematian" dalam perkawinan Anda, dalam rumah tangga Anda, dalam pekerjaan Anda, lihatlah ada kuasa kebangkitanNya di dalam Anda dan alamilah itu. Jika Anda merasa tidak berdaya karena ikatan dosa atau kebiasaan buruk yang mengikat Anda, maka sekarang alamilah kuasa kebangkitanNya yang sudah membebaskan Anda melalui karya Yesus di kayu salib. Sudah selesai.
Katakanlah dengan iman bahwa Roh yang ada di dalam Anda lebih besar dari setiap masalah yang sedang Anda hadapi. Lepaskanlah kuasaNya melalui perkataan Anda.
Ijinkanlah Roh Kudus yang di dalam Anda itu menolong Anda, memberi hikmat, memberi kekuatan dan jalan keluar kepada Anda sehingga membuat Anda selalu hidup berkemenangan. FirmanNya mengatakan bahwa di mana ada Roh Allah di situ ada kemerdekaan. Dan karena di dalam hidup kita ada Roh Allah, maka kita akan mengalami kemerdekaan.
"Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan." [2 Korintus 3:17]
Berhentilah membaca buku ini sejenak. Bersyukurlah kepada Tuhan bahwa di dalam Anda ada Roh Tuhan dan roh Anda menjadi satu dengan RohNya dan mulai dari sekarang pandanglah hidup Anda seperti apa kata firman Tuhan.
PENGAKUAN IMANKU
Di dalam Kristus,
saya memiliki kehidupan
yang luar biasa
dan berkemenangan
karena Roh Tuhan
ada di dalam saya.
Roh Tuhan yang ada
di dalam saya
lebih besar dari
segala roh yang ada
di dalam dunia.
Kehidupan orang percaya adalah kehidupan yang luar biasa, kehidupan yang menggairahkan dan kehidupan yang berkemenangan. Mengapa? Karena ada Roh Tuhan di dalam dirinya dan bahkan rohnya menjadi satu dengan RohNya. Dan karena RohNya ada di dalam kita, maka ada kuasaNya di dalam kita, kuasa kebangkitanNya ada di dalam kita. Sehingga kita bisa mengatakan bahwa kehidupan orang percaya adalah kehidupan yang luar biasa. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN
Ya itu benar, saya sangat mengaminkan kalimat yang mengatakan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Mengapa? Karena memang Dialah Allah satu-satunya, yang menciptakan langit, bumi, laut dan segala isinya. Dialah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Dialah Allah yang Mahakuasa.
Di dalam Perjanjian Lama kita bisa mengetahui perbuatan-perbuatan besar yang dilakukanNya yang membuktikan bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Dialah Allah yang telah membelah Laut Merah dan menyelamatkan orang Israel dari kejaran orang Mesir.
Dan di dalam Perjanjian Baru, kita juga dapat membaca kisah-kisah perbuatan besar dan ajaib yang dilakukanNya melalui Yesus. Dia menyembuhkan orang-orang sakit, membangkitkan yang lumpuh serta menghidupkan yang sudah mati. Dia membuat 5 roti dan 2 ekor ikan dapat bermultiplikasi sehinga dapat memberi maka 5.000 orang laki-laki dan masih tersisa 12 bakul, dan masih banyak lagi perbuatan-perbuatanNya yang besar dan ajaib.
Mengapa Dia bisa melakukan itu semua? Ya, karena Dialah satu-satunya Allah yang benar. Dialah Allah yang Mahakuasa, Mahatahu dan Mahahadir. Jadi jangan sampai kita meragukan kuasaNya dan kuasaNya itu ada di dalam kita. Tidak peduli sebesar apakah atau seberat apakah masalah yang sedang Anda hadapi, percayalah kepada Tuhan karena bagi Dia tidak ada yang mustahil.
TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ORANG YANG PERCAYA
Mungkin Anda terkejut ketika membaca kalimat yang mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Atau Anda biasa-biasa saja menanggapi kalimat itu, karena menganggap itu hanya berlaku pada zaman Yesus ada di bumi ini sebagai manusia. Karena Anda berpikir dan mengatakan bahwa kalau bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, itu benar. Tetapi bagi orang yang percaya tidak ada yang mustahil, wah itu kalimat yang salah bahkan mungkin Anda mengatakan itu sesat.
Dulu saya juga berpikir bahwa kalimat yang mengatakan bagi orang yang percaya tidak ada yang mustahil, itu tidak benar, itu tidak mungkin. Tetapi setelah saya tahu kebenaran itu, saya baru menyadari bahwa perkataan itu benar dan masih berlaku sampai sekarang bahkan sampai Yesus datang kembali. Apa alasannya?
Mari kita selidiki dulu, siapa orang pertama yang mengatakan kalimat itu "tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya". Jika kita membaca di Injil Matius 17:14-21, Markus 9:14-29, maka kita akan tahu bahwa yang mengatakan kalimat tidak ada yang mustahil bagi orang percaya adalah Yesus sendiri. Di Injil Markus, Yesus mengatakan itu kepada ayah yang anaknya sakit ayan. Dan di Injil Matius, Yesus mengatakan itu kepada murid-muridNya.
"Ia berkata kepada mereka: 'Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." [Matius 17:20]
Sementara Yesus dan ketiga muridNya yaitu, Petrus, Yohanes dan Yakobus sedang turun dari sebuah gunung yang tinggi, murid-muridNya yang lain yang ada di bawah gunung itu didatangi oleh seorang ayah yang anaknya sakit ayan. Ayah itu meminta supaya murid-muridNya menyembuhkan anaknya yang sakit ayan itu. Tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.
Akhirnya Yesus sampai di bawah gunung itu, lalu si ayah itu langsung meminta pertolongan dari Yesus untuk menyembuhkan anaknya itu. Ketika Yesus mendengar laporan dari ayah itu bahwa murid-muridNya tidak dapat menyembuhkan anaknya itu, Yesus mengatakan kepada murid-muridNya sebagai angkatan yang tidak percaya dan yang sesat.
"Maka kata Yesus: 'Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" [Matius 17:17]
Mengapa Yesus mengatakan kalimat tersebut? Mengapa Yesus menyebut murid-muridNya sebagai angkatan yang tidak percaya dan yang sesat? Karena Yesus tahu bahwa sebenarnya murid-muridNya bisa menyembuhkan anak yang sakit ayan itu.
Setelah Yesus menyembuhkan anak itu dan ketika mereka datang sendirian murid-muridNya datang menghampiriNya dan mengajukan sebuah pertanyaan mengapa mereka tidak dapat menyembuhkan si anak tersebut? Lalu Yesus menjawab pertanyaan mereka dengan mengatakan bahwa itu karena murid-muridNya kurang percaya.
"Ia berkata kepada mereka: 'Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu. Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." [Matius 17:20]
IMAN SEBESAR BIJI SESAWI
Yesus melanjutkan jawabanNya kepada murid-muridNya dengan mengatakan sekiranya mereka mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, maka mereka akan melakukan sesuatu yang kelihatannya mustahil untuk dilakukan.
Yang menarik juga di sini adalah perkataan Yesus yang mengatakan sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, itu juga pernah diucapkan oleh Yesus kepada murid-muridNya sebagai jawaban dari permintaan murid-muridNya supaya Yesus menambahkan iman mereka. Di dalam Injil Lukas 17:5-6
"Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: 'Tambahkanlah iman kami!' Jawab Tuhan: 'Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.'"
Dalam hal ini Yesus sedang menjelaskan kepada murid-muridNya tentang imanNya Allah, bahwa jika mereka mempunyai imanNya Allah, maka tidak ada yang mustahil bagi mereka.
Tidak perlu mempunyai iman yang lebih besar untuk melakukan hal-hal yang besar bagi Allah. Jika kita memiliki iman sebesar biji sesawi saja yaitu imanNya Allah, asal iman itu bekerja dengan benar, maka kita akan mengalami perkara-perkara besar. Karena bukan soal besar atau kecilnya imanNya Allah yang kita miliki, tetapi soal berfungsi atau tidak imanNya Allah yang kita miliki itu.
Biji sesawi adalah salah satu biji terkecil yang ada di muka bumi ini. Besarnya kurang lebih seperti ketombe yang bisa ada di kepala seseorang. Sangat kecil kan? Mungkin Anda berkata: "Ya tapi itu kan imanNya Allah dan saya tidak mempunyai iman seperti itu." Saya juga dulu berpikir seperti Anda, bahwa saya tidak memiliki imanNya Allah.
KITA SUDAH MEMILIKI IMANNYA ALLAH
"Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus." [2 Petrus 1:1]
Dari ayat tersebut di atas, dikatakan bahwa kita sebagai orang percaya sudah memiliki imanNya Allah. Sudah memperoleh iman seperti yang Rasul Petrus katakan. Dibutuhkan iman yang supranatural untuk memercayai bahwa Yesus yang mati telah dibangkitkan untuk menanggung semua dosa kita. Dibutuhkan iman yang supranatural untuk menerima keselamatan dari Allah.
Kita tidak dapat menggunakan iman manusia untuk memercayai hal-hal yang dari Tuhan. Bahkan setelah kita menjadi orang percaya pun kita tidak dapat hidup oleh iman kita sendiri. Kita harus hidup sebagai orang percaya dengan menggunakan iman dari Allah. Itu seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus di dalam Galatia 2:20.
"namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dari Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." [Galatia 2:20-KJV]
Perhatikan kalimat "hidup oleh iman dari Anak Allah". Jadi hidup orang percaya itu adalah hidup karena imanNya Allah. Tetapi mungkin Anda bertanya, bagaimana dengan apa yang dikatakan oleh Yesus tentang iman seorang perwira yang datang kepadaNya untuk menyembuhkan seorang hambanya yang sedang sakit lumpuh dan sangat menderita itu? Yesus mengatakan bahwa si perwira itu mempunyai iman yang sangat besar.
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel." [Matius 8:10b]
Dan juga perkataan Yesus kepada seorang perempuan Kanaan yang meminta supaya Yesus menyembuhkan anaknya yang sedang kerasukan setan dan sangat menderita itu.
"Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: 'Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.'" [Matius 15:28]
Kalau kita perhatikan dengan teliti, kedua kisah tersebut terjadi sebelum karya penebusan Yesus selesai, itu terjadi sebelum kebangkitan Yesus. Ada perbedaan yang sangat besar, orang-orang yang mengalami perkara-perkara besar dari Tuhan sebelum kebangkitan Yesus, mereka mengandalkan imannya mereka sendiri, karena jelas mereka belum mengalami kelahiran baru.
Jadi mereka harus mempunyai iman yang besar supaya dapat mengalami kuasa Tuhan. Karena mereka belum dilahirkan kembali dan Roh Tuhan belum tinggal di dalam mereka. Walaupun kadang-kadang Roh Tuhan turun ke atas mereka, seperti yang dialami oleh nabi-nabi di dalam Perjanjian Lama, akan tetapi Roh Tuhan belum tinggal di dalam mereka.
Sampai kebangkitan Yesus terjadi, maka setiap orang yang percaya didiami oleh Roh Kudus. Dan karena Roh Kudus ada di dalam kita, itu berarti imanNya Allah juga ada di dalam kita.
MEMBUAT IMAN ALLAH BEKERJA
Jadi sekarang percayalah kepada apa yang dikatakan oleh firman Tuhan bahwa setelah kita menjadi orang percaya, kita sudah memperoleh imanNya Allah. ImanNya Allah yang ada di dalam kita bukan soal besar atau kecilnya, tetapi apakah imanNya Allah itu bekerja dengan maksimal atau tidak. Maka sekarang setelah kita mengetahui bahwa imanNya Allah ada di dalam kita, kita harus juga mengetahui bagaimana membuat iman itu bekerja.
Jika kita kembali memperhatikan jawaban Yesus kepada murid-muridNya, mengapa mereka tidak dapat menyembuhkan anak yang sakit ayan itu, maka kita akan dapat mengetahui ajaran Yesus tentang membuat iman yang ada di dalam kita itu bekerja dengan benar.
"Ia berkata kepada mereka: 'Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu. Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." [Matius 17:20]
Yang pertama adalah kita harus mengusir ketidakpercayaan atau kekurangpercayaan yang ada di pikiran atau hati kita. Karena musuh iman yang ada di dalam kita bukanlah setan tetapi diri sendiri. Kurang percaya atau sedikit percaya artinya juga sama dengan tidak percaya. Dan itu bisa membuat iman tidak bisa bekerja dengan benar.
Jangan sampai kita hanya percaya di mulut kita saja tetapi di hati kita tidak percaya. Apa pun situasi dan kondisi yang terjadi yang sepertinya berlawanan dengan apa yang dikatakan oleh firmanNya, kita harus tetap percaya. Seperti Abraham bapa orang percaya.
"Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah," [Roma 4:19-20]
Jangan ijinkan lingkungan Anda membuat Anda tidak percaya terhadap janji-janji Allah dan jangan biarkan apa yang Anda alami sekarang yang sepertinya tidak sesuai dengan apa yang Tuhan telah janjikan kepada Anda membuat Anda bimbang, membuat Anda ragu-ragu dan akhirnya Anda tidak percaya.
Ambil keputusan sekarang juga dan katakan kepada Tuhan, "Aku tetap percaya ya Tuhan terhadap firmanMu." Dan muliakanlah Tuhan, pujilah Dia sekarang juga.
Langkah yang kedua adalah kita harus berkata kepada gunung itu. Saya percaya waktu itu Yesus memakai kata gunung untuk mewakili setiap masalah apapun yang kita hadapi, yang menghalangi rencana Tuhan terjadi di dalam hidup kita.
Kita harus berkata kepada gunung itu, kita harus berkata kepada masalah itu untuk pergi, untuk tidak menghalangi rencana Tuhan dan kehendakNya terjadi di dalam hidup kita.
Seringkali yang kita lakukan adalah kita terus mengatakan kepada Tuhan tentang masalah-masalah yang sedang kita hadapi. Jangan salah paham dengan saya. Saya tidak melarang Anda untuk menceritakan masalah-masalah yang sedang Anda hadapi kepada Tuhan, walaupun sebenarnya Tuhan juga sudah mengetahui sebelum Anda mengatakan kepadaNya.
Boleh-boleh saja Anda mengatakan kepada Tuhan masalah yang sedang Anda hadapi. Akan tetapi jangan berhenti setelah Anda mengatakan kepada Tuhan saja, Anda harus juga berkata kepada gunung masalah yang sedang Anda hadapi itu.
"kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." [Matius 17:20b]
Jika Anda sedang mengalami sakit, sekarang praktikkanlah iman Allah yang ada di dalam Anda dan katakan kepada sakit penyakit untuk pergi dari tubuh Anda dan perkatakan firmanNya. "Oleh bilur-bilur Yesus, saya sudah disembuhkan" Amin.
Jika Anda sedang mengalami jalan buntu, maka katakanlah begini, "Hai jalan buntu jadi terbukalah dalam nama Yesus." Berkatalah kepada gunung itu untuk pergi dan perkatakanlah firmanNya atas hidup Anda.
Jadi iman bekerja melalui perkataan, dilepaskan melalui perkataan. Tentunya perkataan yang sesuai dengan firmanNya. Perkatakanlah juga kehidupan dan bukan kematian terhadap hidup Anda. Ingat firman Tuhan yang mengatakan bahwa hidup dan mati dikuasai oleh lidah.
Sementara Anda membaca buku ini, mungkin timbul pertanyaan seperti ini di pikiran Anda, "Saya sudah melakukan langkah-langkah tersebut, tetapi saya tidak mengalami hasilnya. Di mana letak permasalahannya?" Mari Anda perhatikan kembali jawaban Yesus kepada murid-muridNya.
"kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." [Matius 17:20b]
Perhatikan kalimat yang mengatakan, "maka gunung ini akan pindah." Kata "akan" itu berarti bisa langsung terjadi setelah murid-muridNya mengatakan pergi kepada gunung itu, tetapi bisa juga terjadi setelah beberapa waktu. Jangan fokuskan hatimu kepada waktu yang dibutuhkan, tetapi tetaplah percaya kepada Tuhan itu pasti terjadi. Seperti Abraham belajar untuk tidak fokus kepada waktu tetapi kepada janji Allah. Karena janji-janjiNya adalah ya dan amin.
PENGAKUAN IMANKU
Bagi Tuhan tidak ada
yang mustahil dan
bagi saya yang percaya
juga tidak ada yang mustahil.
Di dalam Kristus,
saya memiliki iman-Nya Allah,
karena Roh Allah ada di dalam saya.
Ada lebih dari 100 kali kata "kasih karunia" muncul di dalam Perjanjian Baru. Ini membuktikan kepada kita bahwa kasih karunia merupakan salah satu berita terpenting yang harus kita pelajari, supaya kita yang hidup saat ini dapat menikmati berkat-berkat Tuhan yang dialami oleh jemaat-jemaat Tuhan yang ada di dalam Perjanjian Baru.
Jemaat mula-mula hidup di dalam kasih karunia Allah yang melimpah-limpah. Paulus dan Barnabas memberitakan berita tentang kasih karunia Allah dan Allah menguatkan berita tentang kasih karuniaNya dengan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat [Kita bisa baca di Kisah Para Rasul 4:33; 14:3]. Dan Paulus menasihatkan mereka supaya tetap hidup di dalam kasih karunia Allah yang melimpah-limpah.
"Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah." [Kisah Para Rasul 4:33]
Setelah selesai ibadah, banyak orang Yahudi dan penganut-penganut agama Yahudi yang takut akan Allah, mengikuti Paulus dan Barnabas; kedua rasul itu mengajar mereka dan menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia Allah. [Kisah Para Rasul 13:43]
Jemaat mula-mula hidup di dalam kasih karunia Allah yang melimpah-limpah sehingga mereka mengalami kasih dan kuasa Tuhan.
KASIH KARUNIA DAN ANUGERAH KEBENARAN
Apa yang telah Allah berikan kepada kita orang percaya melalui Yesus Kristus, yang dapat membuat kita kembali berkuasa dalam hidup ini? Yang membuat kita menang atas tipu muslihat iblis, menang atas dosa dan kebiasaan-kebiasaan buruk serta menang atas setiap masalah atau tantangan hidup.
Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat Tuhan di Roma, bahwa orang percaya telah diberikan kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, yang membuat mereka dapat berkuasa di dalam kehidupannya. Sayangnya banyak orang percaya tidak mengetahui kebenaran ini dan mempraktikkannya di dalam hidupnya. Sehingga banyak orang percaya yang masih terikat dengan dosa, dengan kebiasaan-kebiasaan buruk dan dikalahkan oleh dunia.
"Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus." [Roma 5:17]
Mereka yang percaya kepada Yesus, ditetapkan dari semula untuk hidup dan berkuasa. Kata "berkuasa" di sini mempunyai arti berkuasa dalam hidup sebagai seorang raja, yang mempunyai kekuasaan kerajaan dan wilayah kerajaan.
Berkuasa dalam hidup sebagai seorang raja di bumi ini. Apakah kita orang percaya adalah raja-raja di bumi ini? Ya itu benar, seperti yang dikatakan oleh Rasul Petrus di dalam suratnya 1 Petrus 2:9 yang mengatakan bahwa orang percaya adalah imamat yang rajani. Dan juga Rasul Yohanes menulis dalam suratnya di kitab Wahyu, Allah telah membuat mereka yang percaya menjadi imam-imam dan raja-raja di bumi ini.
"Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi." [Wahyu 5:10]
Luar biasa bukan? Allah telah menjadikan kita yang percaya sebagai raja-raja untuk memerintah di bumi ini. Dan untuk itulah Allah telah memberikan kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran dengan tujuan supaya kita dapat berkuasa dalam hidup ini.
Kita yang percaya kepada Yesus, dikatakan "telah menerima" kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran. Apa artinya telah menerima? Artinya sudah memiliki, sudah ada. Telah menerima apa? Telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran. Dan untuk apa kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran itu diberikan kepada orang percaya? Supaya mereka yang percaya, akan hidup dan berkuasa.
Kita yang percaya dapat berkuasa dalam hidup ini bukan ditentukan oleh latar belakang keluarga kita, pendidikan kita, penampilan kita atau oleh apa yang telah kita capai dalam hidup ini. Kita akan hidup dan berkuasa hanya karena Yesus sajalah yang telah memberikan kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran.
KELIMPAHAN KASIH KARUNIA
Di dalam Perjanjian Lama, Allah tidak memberikan kasih karuniaNya kepada semua orang, Allah hanya memberikan kepada orang-orang tertentu saja. Sebagai contoh, Allah memberikan kasih karuniaNya kepada Yusuf tetapi belum atau tidak kepada saudara-saudaranya yang lain.
Di zaman Musa, Allah memberikan kasih karuniaNya kepadanya tetapi tidak kepada orang-orang yang ada pada zamannya itu. Begitu juga di zamannya Daud dan seterusnya.
Tetapi melalui karya Yesus di kayu salib, Allah telah memberikan kelimpahan kasih karunia kepada kita semua yang percaya. Dan kasih karuniaNya itu nyata dimulai dengan keselamatan kita. Karena kita diselamatkan bukan karena hasil perbuatan kita atau hasil usaha kita, tetapi karena kasih karunia oleh iman.
Dan menjalani hidup sebagai orang yang telah menerima keselamatan, menjalaninya juga harus dengan kasih karunia. Itulah yang dinasihatkan oleh Paulus dan Barnabas kepada jemaat Tuhan di Antiokhia, supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia.
"dan menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia Allah." [Kisah Para Rasul 13:43b]
Banyak orang percaya, mereka meyakini dan percaya bahwa mereka diselamatkan karena kasih karunia Allah, tetapi setelah menjadi orang yang telah diselamatkan, mereka hidup diluar kasih karunia.
Mereka mengandalkan hidup kudus dengan kekuatannya sendiri, mereka bekerja dengan mengandalkan hikmatnya sendiri. Mereka berusaha dengan kekuatannya sendiri untuk menyenangkan hati Tuhan dan untuk mendapatkan berkat-berkat dari Tuhan.
Jika Anda termasuk orang percaya yang mengandalkan diri sendiri, maka berhentilah sekarang juga dari mengandalkan diri sendiri dan mulailah dari sekarang mengandalkan kasih karunia Tuhan. Sebab orang percaya yang menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, maka yang akan terjadi adalah akar kepahitan, kekecewaan, frustasi, stress, dan depresi yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
"Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." [Ibrani 12:15]
Tetap hiduplah dalam kelimpahan kasih karunia seperti yang dialami oleh jemaat mula-mula. Karena kita telah menerimanya dengan limpah. Kita tidak akan pernah kekurangan kasih karunia, tetapi kita selalu berkelimpahan dalam kasih karunia Allah. Dan kasih karunia Allah itu yang memampukan kita untuk hidup seperti yang Tuhan mau, hidup dalam rencana Tuhan.
Apa yang akan dilakukan oleh kasih karunia kepada kita yang percaya? Kasih karunia menyelamatkan kita, kasih karunia membuat kita tidak lagi dikuasai oleh dosa, seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat Tuhan di Roma.
"Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia." [Roma 6:14]
Dan kasih karunia Tuhan dapat membangun dan menguatkan kita ketika kita menghadapi masalah atau tantangan hidup dan membuat kita mengalami janji-janji Tuhan. Seperti yang dialami oleh Yusuf di dalam Perjanjian Lama.
Sebenarnya tidak ada lagi harapan bagi Yusuf untuk melihat mimpi-mimpinya menjadi kenyataan di dalam hidupnya. Karena iri hati kakak-kakaknya menjual Yusuf kepada orang Ismael yang membawanya ke Mesir dan Yusuf menjadi budak di rumah Potifar dan untuk selamanya menjadi seorang budak.
Karena kasih karunia Tuhan, apa yang dikerjakan oleh Yusuf, dibuat Tuhan berhasil. Dan itu membuat tuannya memberikan kuasa kepada Yusuf atas rumahnya dan segala miliknya. Isteri Potifar berusaha merayu Yusuf untuk melakukan dosa. Karena kasih karunia Tuhan menyertai Yusuf, dia dapat menang mengalahkan godaan itu. Tetapi karena kebohongan dan fitnahan dari isteri Potifar yang ditolak cintanya oleh Yusuf, akhirnya Yusuf dijebloskan ke dalam penjara.
Habis sudahlah harapannya untuk melihat mimpinya menjadi kenyataan, yang mungkin sempat bersemi kembali harapan itu ketika Yusuf ada di rumah Potifar setelah diangkat menjadi orang kepercayaan Potifar.
Tetapi ceritanya belum selesai di penjara. Di dalam penjarapun kasih karunia Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia diangkat menjadi orang kesayangan kepala penjara dan menyerahkan semua yang harus dikerjakannya kepada Yusuf. Dahsyat bukan kasih karunia Tuhan itu?
Singkat ceritanya karena pernah mengartikan mimpi dari kedua orang pelayan raja yang dipenjara yaitu juru minuman dan juru roti. Akhirnya Yusuf dibawa menghadap raja Firaun untuk mengartikan mimpinya yang di mana semua orang pintar di Mesir tidak dapat mengartikan mimpi dari raja Firaun itu. Dan sebagai hasilnya karena Yusuf dapat mengartikan mimpi dari Firaun, maka Yusuf diangkat menjadi orang kedua di Mesir.
RAHASIA YUSUF UNTUK BENYAMIN
Mimpi Yusuf menjadi kenyataan, yang tadinya seperti tidak akan terjadi, tetapi ternyata Yusuf mengalaminya. Walaupun harus melewati banyak halangan dan rintangan yang kelihatannya mengubur mimpi itu dalam-dalam, tidak akan terjadi, dan mustahil terjadi, tetapi karena kasih karunia Tuhan mimpi itu menjadi kenyataan.
Mengapa saya katakan karena kasih karunia Tuhan, mimpi Yusuf menjadi kenyataan? Mari kita perhatikan perkataan Yusuf kepada Benyamin adiknya itu, yang bersama kakak-kakaknya datang ke Mesir untuk membeli makanan.
"Ketika Yusuf memandang kepada mereka, dilihatnyalah Benyamin, adiknya, yang seibu dengan dia, lalu katanya: 'Inikah adikmu yang bungsu itu, yang telah kamu sebut-sebut kepadaku?' Lagi katanya: 'Allah kiranya memberikan kasih karunia kepadamu, anakku!'" [Kejadian 43:29]
Sebenarnya Yusuf menyimpulkan, mengapa dia bisa mengalami perkara-perkara besar dari Allah, dengan mengatakan, "Allah kiranya memberikan kasih karunia kepadamu, anakku!" Yusuf menyadari bahwa dia bisa berhasil itu semata-mata karena kasih karunia. Yusuf dapat menggenapi rencana Tuhan untuk hidup berkuasa dan menjadi berkat bagi orang lain, itu hanya karena kasih karunia.
Puji Tuhan, kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus mereka telah diberikan kelimpahan kasih karunia dari Allah. Jadi percayalah bahwa Anda sudah menerima kasih karunia dari Allah karena Anda sudah menjadi orang percaya. Saya dan Anda pun bisa mengalami janji-janji Tuhan.
APA ITU KASIH KARUNIA ALLAH?
Kalau kita baca dengan teliti dari apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus di 1 Korintus, maka kita akan mendapatkan arti dari kasih karunia Allah itu.
"Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku." [1 Korintus 15:10]
Jadi kasih karunia Allah itu adalah pemberian Allah kepada kita yang percaya secara cuma-cuma. Tanpa pamrih, yang sebenarnya kita tidak pantas atau layak untuk menerimanya dan itu diberikan bukan berdasarkan atas perbuatan kita tetapi atas apa yang telah Yesus lakukan di kayu salib.
Dan pemberian Allah itu terdiri dari 2 bagian, yaitu yang pertama adalah kasihNya yang telah dinyatakan kepada kita melalui karya Yesus di kayu salib. Melalui karya salibNya, Ia telah menyelamatkan kita, menebus kita, mengampuni kita, membenarkan kita dan menjadikan kita jadi anak-anakNya.
Itulah yang Rasul Paulus katakan bahwa ia ada sebagaimana ada sekarang karena kasih karunia Allah. Paulus menyadari hidup barunya itu karena kasih karunia Allah. Kalau kita baca konteks dari 1 Korintus 15, itu berbicara tentang kebangkitan Kristus yang telah mengubah hidup Rasul Paulus, yang dulunya adalah sebagai orang yang berdosa bahkan di 1 Timotius 1:15, Paulus menyebut hidupnya yang dulu sebagai orang yang paling berdosa.
Bahkan Paulus menganggap hidup yang dulu sebelum ia lahir baru, adalah sampah [lihat Filipi 3:8]. Paulus menyadari kalau ia bisa menjadi rasul itu semata-mata karena kasih karunia Allah. Ia boleh diselamatkan dan menjadi anak Allah, itu karena kasih karunia Allah, karena Allah sangat mengasihinya.
Sama seperti Rasul Paulus, kita juga harus menyadari dan mengakui bahwa kita diselamatkan, kita diampuni, kita dibenarkan dan menjadi anak-anak Allah bahkan menjadi ahli warisNya, itu juga semata-mata karena kasih karunia Allah.
Tidak satu pun perbuatan kita yang dapat mengerjakan itu semua. Dan tidak ada satupun usaha kita yang membantu Tuhan melakukan itu semua bagi kita. Tidak ada sama sekali! Hanya karena perbuatan Yesus di salib, itu semua terjadi bagi kita, ini karena kasihNya kepada kita [1 Yohanes 3:1a]. Dan Yesus telah memberikannya kepada kita yang percaya.
Apa pun yang kita miliki sekarang, itu merupakan kasih karuniaNya bagi kita. Jangan sampai kita lupa dan menjadi sombong. Semuanya hanya karena kasih karuniaNya bagi kita. Dia sangat mengasihi kita. Segala pujian hanya bagi Dia.
Pemberian yang kedua dari kasih karunia Allah adalah kuasaNya atau kemampuanNya. Itu juga telah diberikan kepada kita dengan cuma-cuma. Paulus mengatakan bahwa ia telah bekerja keras dari rasul-rasul yang lain, tetapi bukan berdasarkan kemampuannya tetapi berdasarkan kasih karunia Allah yang menyertainya.
Kuasa dan kemampuan Tuhan yang memampukan Rasul Paulus melakukan kehendak Tuhan, melakukan tugas dan tanggung jawab yang diberikanNya kepada Paulus. Hidup Paulus menjadi semakin maksimal dan menjadi berkat bagi banyak orang itu karena kasih karunia Allah yang memampukan dia.
Hampir separuh dari kitab-kitab yang ada di dalam Perjanjian Baru ditulis oleh Rasul Paulus. Bahkan menjelang akhir hidupnya di bumi ini, ia mengatakan bahwa ia telah mencapai garis akhir dan telah menyelesaikannya dengan baik. Kehidupannya menjadi berguna bagi orang-orang lain, itu karena kasih karunia Allah. Makanya ke mana pun Paulus pergi, ia selalu memberitakan tentang kasih karunia Allah, untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah." [Kisah Para Rasul 20:24]
Kasih karuniaNya adalah kuasaNya yang dapat memampukan kita menjadi berkat bagi orang lain. Hidup kita menjadi berguna bagi orang banyak. Itu yang dialami oleh Apolos. Apolos hidupnya menjadi berguna bagi orang-orang percaya yang lain.
"Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya." [Kisah Para Rasul 18:27]
Orang percaya yang tetap hidup di dalam kasih karunia Allah, akan mengalami kuasa kebangkitan Yesus, akan mengalami kasih dan kuasaNya yang memampukan mereka untuk keluar sebagai pemenang. Akan mengalami janji-janji-Nya yang sangat berharga itu dan juga akan menjadi berkat bagi orang-orang percaya yang lain.
JANGAN SIA-SIAKAN KASIH KARUNIANYA
Seperti Rasul Paulus tidak membuat kasih karunia Allah yang telah dianugerahkanNya menjadi sia-sia. Mengapa? Karena Paulus menyadari dengan sungguh-sungguh betapa berharga dan pentingnya kasih karunia Allah bagi kehidupannya.
Tanpa kita sadari mungkin seringkali dalam kehidupan kita, kita sering membuat kasih karunia Allah menjadi sia-sia di dalam kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana kita dapat membuat kasih karuniaNya menjadi sia-sia?
Jika hidup kita tidak lagi berfokus kepada Yesus dan kuasa kebangkitanNya. Marilah kita belajar dari kehidupan Rasul Paulus yang selalu mau semakin mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya. Itulah kerinduan yang sangat besar dari Paulus.
"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya" [Filipi 3:10a]
Kita lebih mudah berfokus kepada yang lain daripada berfokus kepada Yesus Kristus, berfokus kepada kemampuan kita, berfokus kepada orang lain, berfokus kepada masalah-masalah yang terjadi.
Itulah sebabnya tanpa kita sadari kita telah menjauhkan diri dari kasih karunia Allah yang membuat kita mudah putus asa, mudah kecewa, mudah kepahitan dan akhirnya tumbuh akar yang pahit di dalam hidup kita yang dapat menghancurkan potensi Allah yang ada di dalam hidup kita. Hidup kita menjadi tidak maksimal bagi Tuhan dan tidak menjadi berkat bagi orang-orang lain.
Kita harus belajar dari Rasul Paulus bahwa yang ia kehendaki adalah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya. Itu dapat berarti Rasul Paulus memfokuskan hidupnya hanya kepada Kristus.
Marilah mulai dari sekarang, kita fokuskan hidup kita kepada Yesus Kristus, kepada karyaNya di kayu salib, kepada kuasa kebangkitanNya. Karena dari kepenuhanNyalah kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia. Anda dan saya telah menerima kasih karunia Allah, bukan sedikit tetapi banyak, sangat banyak bahkan melimpah-limpah. Harapkan kasih karuniaNya itu menjadi nyata di dalam hidup Anda. Alamilah mulai dari sekarang juga.
"Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia" [Yohanes 1:16]
PENGAKUAN IMANKU
Di dalam hidupku ada kelimpahan
Kasih karunia Allah,
Dan aku mengalaminya
di sepanjang hidupku.
Kasih karunia Allah
membuat hidupku berhasil,
beruntung dan berbahagia.
Kasih karunia Allah
membuat hidupku berguna
bagi orang orang percaya lainnya.
Setelah kita menjadi orang percaya, karya Yesus di kayu salib tidak hanya menyelamatkan kita, membenarkan kita dan menguduskan kita sehingga kita menjadi orang-orang benar dan orang-orang kudusNya Tuhan serta mengadopsi kita menjadi anak-anakNya yang sangat dikasihiNya saja.
Tetapi Dia juga tinggal di dalam kita melalui RohNya dengan segala keberadaanNya sehingga kita memiliki kehidupan yang luar biasa, memiliki kuasaNya, memiliki imanNya yang membuat hidup kita sangat berbeda dengan kehidupan orang yang tidak percaya. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil dan bagi kita yang percaya juga tidak ada yang mustahil. Dan kehidupan yang penuh dengan kasih karunia Allah.
Tuhan juga merindukan kehidupan yang kita jalani adalah kehidupan yang selalu berkemenangan. Menang atas dunia ini, menang atas dosa, menang atas tipu muslihat si iblis dan menang atas setiap masalah yang terjadi di dalam kehidupan kita. Seperti yang dialami oleh Rasul Paulus, dia mengucap syukur kepada Allah yang selalu membawanya di jalan kemenanganNya.
"Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana." [2 Korintus 2:14]
Ada banyak hal yang dialami oleh Rasul Paulus yang dapat membuat dia putus asa, kecewa dan hidup di dalam kekalahan [2 Korintus 11:23-27]. Tetapi Rasul Paulus tidak membiarkan situasi dan kondisi yang terjadi di dalam kehidupannya mengalahkannya dan membuat ia menjadi orang yang kalah. Tetapi ia menjadi orang yang menang. Mengapa? Apa rahasianya yang membuat Rasul Paulus hidup berkemenangan?
KRISTUS ADA DI DALAM KITA
Rahasianya yang pertama adalah Rasul Paulus mengetahui Siapa yang ada di dalam dirinya, yaitu Kristus yang telah menang dan selalu membawanya di jalan kemenanganNya.
"Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji." [2 Korintus 13:5]
Jika kita tidak yakin bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kita, maka kita akan menjadi orang percaya yang tidak tahan uji, tidak hidup di dalam kemenangan. Sayangnya banyak orang percaya hidup di dalam keraguan-raguan mengenai apakah Kristus ada di dalam dirinya atau tidak.
Pada waktu sepertinya hidup dekat dengan Tuhan, mereka yakin bahwa Kristus ada di dalam dirinya, tetapi pada waktu merasa jauh dari Tuhan, mereka beranggapan Kristus tidak ada di dalam diri mereka. Sehingga membuat mereka hidup di dalam kekalahan, padahal firman Tuhan mengatakan di dalam Kristus, Allah selalu membawa kita di jalan kemenanganNya.
Ada orang percaya yang beranggapan Kristus itu dapat keluar masuk di dalam diri kita. Ini pernah saya alami ketika saya masih remaja, hampir di setiap acara KKR yang saya hadir di dalamnya, saya hampir selalu maju menanggapi tantangan untuk maju ke depan dan mengundang Yesus untuk masuk ke dalam hidup saya.
Pada waktu itu saya berpikir ketika saya gagal untuk menaati firmanNya, maka Yesus akan keluar dari dalam hidup saya. Itu sebabnya saya harus mengundang Yesus untuk kembali masuk ke dalam hidup saya. Akibatnya saya menjadi orang Kristen yang jatuh bangun dan jujur saja, ternyata kebanyakan jatuhnya daripada bangunnya. Apakah Anda juga punya pengalaman yang sama seperti saya? Jika ya, berarti kita mempunyai kepercayaan yang salah.
Kebenarannya adalah sejak kita menerima dan percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, sejak saat itu kita menjadi ciptaan baru dan RohNya tinggal di dalam kita. Sama seperti kita menerima keselamatan, itu bukan hasil usaha atau perbuatan kita, tetapi itu adalah pemberian Allah. Demikian juga dengan Kristus melalui RohNya tinggal di dalam kita yang percaya, itu juga bukan hasil usaha atau perbuatan kita, itu juga pemberian Allah.
"memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita." [2 Korintus 1:22]
Dan Roh Kudus yang diberikan Allah kepada kita untuk tinggal di dalam kita bukan untuk sementara waktu atau untuk waktu-waktu tertentu saja, tetapi Roh Kudus tinggal di dalam kita untuk selama-lamanya. Seperti yang dikatakan oleh Yesus sendiri di dalam Yohanes 14:16-18.
Roh Penolong itu akan diam di dalam kamu dan akan menyertai kamu selama-lamanya. Dan Rasul Paulus juga mengatakan bahwa Roh Kudus yang tinggal di dalam kita itu adalah sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan Allah bagi kita yang percaya. Luar biasa bukan?
Jadi yakin dan percayalah bahwa Kristus melalui RohNya ada di dalam kamu untuk selama-lamanya. Ketika Anda percaya Kristus ada di dalam kamu, itu akan membuat Anda tahan uji, hidup berkemenangan.
HIDUP DI DALAM KEMENANGANNYA
"Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya." [2 Korintus 2:14a]
Rahasianya yang kedua adalah hidup di jalan kemenanganNya. Banyak orang percaya gagal untuk hidup berkemenangan karena mereka hidup di jalan kemenangannya sendiri. Jika kita hidup di jalan kemenangan kita sendiri berarti kita mengandalkan kekuatan kita sendiri. Pasti gagal, pasti hidup di dalam kekalahan.
Rahasianya untuk hidup berkemenangan senantiasa adalah hiduplah di jalan kemenanganNya. Karena Yesus sudah menang dan ketika kita hidup di dalam kemenanganNya, Dia menjadikan kita lebih daripada orang-orang yang menang.
Hidup di jalan kemenanganNya berarti kita mengetahui Yesus telah mengalahkan iblis, Yesus telah mengalahkan dosa, Yesus telah mengalahkan dunia ini dan mengetahui bahwa di dalam Kristus, Allah telah memberikan kemenanganNya itu kepada kita, yang membuat kita menjadi orang yang lebih dari pemenang.
"Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita." [1 Korintus 15:57]
MENANG ATAS TIPU MUSLIHAT IBLIS
Sama seperti Yesus telah mengalahkan iblis, kita sebagai orang percaya pun bisa menang atas iblis. Banyak orang percaya suka membesar-besarkan kuasa iblis daripada membesar-besarkan kuasa Tuhan. Lebih berfokus pada kuasa iblis daripada kuasa Tuhan. Padahal sejak iblis dikalahkan oleh Yesus melalui kematian dan kebangkitanNya, iblis sudah tidak punya kuasa lagi atas kehidupan orang-orang percaya.
Apa yang telah Yesus lakukan terhadap iblis melalui kematian dan kebangkitanNya? Yesus telah melucuti si iblis dan roh-roh jahat sampai tidak punya kuasa sedikit pun. Kata melucuti mempunyai arti menanggalkan semua yang ada pada iblis dan roh-roh jahatnya, dan menjadikan mereka tontonan umum.
"Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka." [Kolose 2:15]
Mengapa iblis sebelum dikalahkan oleh Yesus bisa mempunyai kuasa atas manusia dan atas seluruh bumi ini? Seperti yang dia katakan kepada Yesus pada waktu dia mencobai Yesus. Semua kerajaan dunia dan kemegahannya akan kuberikan kepadaMu jika Engkau menyembah aku, kata iblis kepada Yesus. Padahal pada saat Allah mengusirnya dari Sorga karena pemberontakannya kepada Allah, iblis tidak mempunyai kuasa sekecil apa pun. Mengapa iblis mempunyai kuasa atas dunia ini?
Ini dikarenakan iblis berhasil menipu Adam dan Hawa. Pada saat iblis berusaha menjatuhkan Adam dan Hawa, iblis tidak menggunakan senjata apa pun, karena memang dia tidak punya senjata atau kuasa apa pun selain tipu dayanya saja.
Dengan kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa itu juga menyebabkan semua kuasa yang telah diberikan Allah kepada Adam dan Hawa diserahkan ke tangan iblis. Tetapi sejak Yesus bangkit dari kematian, Yesus telah mengambil kembali semua kuasa itu dari tangan si iblis.
Jadi sekarang ketahuilah bahwa iblis hanya mempunyai tipu daya dan dia tidak mempunyai kuasa apa pun untuk mengalahkan kita orang yang percaya.
Sayangnya banyak orang percaya lebih percaya tipu dayanya yang iblis sebarkan melalui media, acara-acara film layar lebar atau layar kaca [TV], di mana iblis digambarkan sebagai suatu sosok makhluk yang memiliki kuasa yang hebat dengan giginya yang tajam dengan cakar kukunya yang runcing yang bisa mencabik-cabik manusia.
Semua gambaran tentang iblis yang disodorkan oleh film-film adalah salah. Yang benar adalah Yesus telah melucuti iblis dan antek-anteknya dan menjadikan mereka tontonan umum. Jangan biarkan dirimu ditipu sama si iblis, usirlah dia dalam nama Yesus, maka dia akan lari dari padamu.
"Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!" [Yakobus 4:7]
MENANG ATAS DOSA
Sebagai orang percaya, kita telah diberi kuasa untuk mengalahkan tipu daya si iblis dan kita juga telah diberi kuasa untuk mengalahkan dosa. Apa sebabnya kita orang percaya dapat menang atas dosa? Apa alasannya dosa tidak dapat berkuasa lagi atas kita orang percaya? Karena kita tidak lagi ada di bawah hukum Taurat, tetapi kita sekarang ada di bawah kasih karunia.
"Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia." [Roma 6:14]
Karena kasih karuniaNya, kita telah dimerdekakan dari dosa, dan kita bukan lagi hamba dosa, tetapi kita sekarang adalah hamba kebenaran. Kita telah mati bagi dosa dan hidup bagi Allah. Rasul Paulus mengatakan bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya [Roma 6:6].
Kita tidak lagi berada di bawah hukum Taurat. Apa artinya itu? Sebelum kita membahas apa artinya "kita tidak lagi berada di bawah hukum Taurat", kita akan mempelajari lebih dulu apa itu hukum Taurat dan apa tujuannya. Tuhan Allah memberikan hukum Taurat, yaitu ke sepuluh perintah Allah kepada manusia yaitu kepada bangsa Israel pada saat itu. Jadi, hukum Taurat itu berasal dari Tuhan dan diberikan melalui Musa dan hukum Taurat itu kudus, adil dan benar.
"Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus." [Yohanes 1:17]
Hukum Taurat diberikan dengan tujuan untuk menyadarkan bahwa manusia itu berdosa dan membutuhkan seorang Juruselamat. Hukum Taurat itu menuntut manusia untuk hidup kudus bagi Tuhan. Mengapa membutuhkan seorang Juruselamat? Karena tidak satu orang pun yang dapat melakukan ke sepuluh perintah itu secara benar dan sempurna.
Walaupun hukum Taurat itu kudus, adil dan benar [Roma 7:12], tetapi tidak dapat menolong siapa pun untuk menjadi kudus. Dan karena tidak ada satu manusia pun yang dapat memenuhi tuntutan hukum Taurat, itu sebabnya Yesus harus datang ke dalam dunia. Dan kematianNya telah menggenapi seluruh tuntutan hukum Taurat dengan jalan memakukannya di kayu salib.
"Dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib." [Kolose 2:14]
Sekarang bagi kita yang percaya kepada Yesus Kristus kita tidak lagi ada di dalam tuntutan hukum Taurat. Karena Yesus telah datang untuk menggenapi hukum Taurat itu secara sempurna. Yesus melakukan apa yang kita semua tidak dapat lakukan. Semua hutang kita pada hukum Taurat telah lunas dibayar oleh Yesus Juruselamat kita. Sekarang kita ada di dalam kasih karunia, dan dosa tidak lagi dapat menguasai kita, sebab tanpa hukum Taurat, dosa mati.
"Sebab tanpa hukum Taurat dosa mati." [Roma 7:8b]
Karena kita ada di dalam kasih karuniaNya, dosa mati, dosa tidak mempunyai kuasa lagi atas hidup kita. Semua dosa kita sudah diampuni dan Dia tidak akan mengingat-ingat dosa kita lagi. Jadi dosa tidak punya kuasa lagi atas hidup kita karena hidup kita berada di dalam kelimpahan kasih karuniaNya.
Tetapi mengapa saya kadang-kadang masih melakukan perbuatan dosa, kalau dosa tidak berkuasa lagi atas saya? Itu mungkin yang sedang ada di dalam pikiran Anda saat Anda membaca buku ini.
Pertama itu disebabkan karena Anda selama ini belum mengetahui kebenaran, dan itu membuat Anda terikat dengan dosa. Anda masih percaya bahwa Anda harus melakukan sesuatu untuk menang atas dosa. Padahal firman Tuhan mengatakan bahwa bukan karena melakukan hukum Taurat manusia menang atas dosa.
Jadi sekarang setelah Anda tahu kebenaran bahwa Anda tidak lagi di bawah hukum Taurat tetapi di bawah kasih karunia dan dosa tidak akan berkuasa lagi atas hidup Anda.
Terimalah dan percayailah kebenaran firman Tuhan itu, maka lihatlah hasilnya, Anda pasti hidup berkemenangan atas dosa. Karena firman Tuhan mengatakan bahwa ketika kita mengetahui kebenaran, maka kebenaran itu akan memerdekakan kita. Karena kepercayaan yang benar pasti menghasilkan hidup yang benar.
Alasan kedua adalah selama ini Anda masih menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman. Itu sebabnya Anda selama ini masih terikat dengan dosa, dikuasai oleh dosa.
"Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran." [Roma 6:13]
Setelah Anda tahu kebenaran yang mengatakan bahwa Anda tidak lagi ada di bawah hukum Taurat tetapi di bawah kasih karunia dan dosa tidak lagi berkuasa atas hidup Anda. Terimalah dan percayailah itu dan mulai sekarang serahkanlah seluruh anggota tubuhmu kepada Allah untuk dipakai sebagai senjata-senjata kebenaran.
Anda punya kuasa untuk membuat pilihan, menyerahkan seluruh anggota tubuhmu kepada dosa atau kepada Allah. Maka sekarang buatlah pilihan untuk menyerahkan seluruh anggota tubuhmu kepada Allah.
MENANG ATAS PENCOBAAN-PENCOBAAN
Kehidupan sebagai orang percaya adalah kehidupan yang luar biasa, ada Roh Tuhan di dalam kita, ada iman Tuhan di dalam hidup kita, sehingga bagi kita yang percaya tidak ada yang mustahil. Tetapi itu bukan berarti kehidupan orang percaya tidak ada gangguan, tidak ada masalah dan tidak ada tantangan. Pasti ada, karena selama kita masih hidup di dalam dunia ini, pasti akan ada masalah atau pencobaan-pencobaan yang terjadi.
Jika kita tidak tahu kebenaran firman Tuhan tentang pencobaan-pencobaan itu, maka hidup kita akan dikalahkan oleh pencobaan-pencobaan itu. Apa kata firman Tuhan mengenai pencobaan-pencobaan itu?
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya." [1 Korintus 10:13]
Ternyata pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah pencobaan-pencobaan yang biasa yang tidak melebihi kekuatan kita sebagai manusia. Seringkali kita berpandangan bahwa masalah atau pencobaan yang kita alami adalah luar biasa yang melebihi kekuatan kita. Itu pandangan yang salah. Itu biasa dan tidak melebihi kekuatan kita.
Ketahuilah bahwa kita mempunyai Bapa yang baik bahkan sangat baik, Dia tidak akan membiarkan kita menghadapi pencobaan-pencobaan atau masalah-masalah yang melebihi kekuatan kita dan pada saat kita menghadapinya, Tuhan akan memberikan jalan keluar bagi kita dan kita akan keluar sebagai orang yang lebih dari orang-orang yang menang.
Karena kasihNya terhadap kita, Dia tidak akan membiarkan apa pun memisahkan kita dari kasih Kristus. Rasul Paulus mengatakan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Tidak ada satu pun, walaupun itu penindasan atau kesesakan atau penganiayaan atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya maupun kuasa apa pun tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah.
"Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: 'Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.'
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." [Roma 8:35-39]
Jadi jika Anda sekarang sedang menghadapi masalah apa pun yang sepertinya Anda tidak dapat menanggungnya dan tidak ada jalan keluar. Jangan menyerah! Bangkit dan percayailah kebenaran firman Tuhan. Allah pasti memberikan kekuatan dan jalan keluar karena Anda telah dijadikan oleh Tuhan menjadi orang yang lebih dari pemenang.
Hiduplah di jalan kemenanganNya. Jangan bergantung pada kekuatanmu sendiri tetapi percayailah karya salibNya telah memberikan kemenangan kepada Anda. Ingat ada kuasa kebangkitanNya dan kuasa kemenanganNya di dalam hidup kita.
PENGAKUAN IMANKU
Di dalam Kristus,
hidupku selalu berkemenangan:
- Menang atas dosa
- Menang atas tipuan iblis
- Menang atas dunia ini
- Menang atas sakit-penyakit
Kehidupan kita sebagai orang percaya adalah kehidupan yang diberkati oleh Tuhan. Karena Yesus melalui karyaNya di kayu salib telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat, seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus kepada jemaat Tuhan di Galatia.
"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: 'Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!' Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu." [Galatia 3:13-14]
Mengapa kita manusia harus ditebus oleh Yesus dari kutuk hukum Taurat? Itu karena kegagalan manusia dalam menaati hukum Taurat. Dan sebagai akibat dari tidak dapat menaati hukum Taurat, maka semua manusia berada di bawah kutuk hukum Taurat. Rasul Paulus mengatakan bahwa terkutuklah orang yang tidak setia melakukan hukum Taurat.
"Sebab ada tertulis: 'Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.'" [Galatia 3:10b]
Apa sajakah perintah-perintah Tuhan yang ada di dalam hukum Taurat, yang mana semua manusia tidak dapat melakukannya? Dan sebagai akibatnya semua manusia berada di bawah kutuk hukum Taurat. Hukum Taurat pada intinya adalah ke sepuluh perintah Tuhan yang diberikan kepada Musa untuk disampaikan kepada seluruh bangsa Israel pada waktu itu yaitu:
- 1. Jangan ada pada padamu ilah lain di hadapanKu.
- 2. Jangan membuat patung yang menyerupai apa pun dan jangan sujud menyembah kepadanya.
- 3. Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.
- 4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.
- 5. Hormatilah ayah dan ibumu.
- 6. Jangan membunuh.
- 7. Jangan berzinah.
- 8. Jangan mencuri.
- 9. Jangan mengucapkan saksi dusta.
- 10. Jangan mengingini kepunyaan orang lain.
Memang hukum Taurat ini diberikan kepada bangsa Israel saja, tetapi itu bukan berarti bangsa-bangsa lain tidak memiliki hukum Taurat. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Tuhan di Roma, mengatakan bahwa Tuhan juga memberikan hukum Taurat itu kepada semua manusia, dan hukum Taurat itu ada tertulis di dalam hati mereka.
Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela [Roma 2:14-15].
Jadi semua manusia harus melakukan hukum Taurat itu, dan jika berhasil melakukan hukum Taurat itu dengan sempurna, maka segala berkat Tuhan akan dialami oleh manusia seperti yang disampaikan oleh Musa kepada bangsa Israel di kitab Ulangan 28:1-14. Berkat-berkat Tuhan apa sajakah yang akan dialami oleh manusia yang melakukan hukum Taurat dengan benar? Menurut Derek Prince dalam bukunya yang berjudul "Berkat atau Kutuk Pilihan di tangan Anda" menuliskan tentang berkat-berkat Tuhan yang akan dialami oleh orang yang taat dan setia melakukan hukum Taurat itu, yaitu:
- - Penghormatan (ditinggikan)
- - Kesehatan (disembuhkan)
- - Kesuburan (reproduktif: keberhasilan dalam segala bidang)
- - Kekayaan (kemakmuran)
- - Kemenangan
- - Perkenanan Tuhan
Akan tetapi jika manusia gagal melakukan hukum Taurat itu, maka segala kutuk yang ada tertulis di dalam kitab Ulangan 28:15-46 akan datang ke dalam kehidupan manusia. Kutuk-kutuk apa yang akan dialami oleh manusia yang gagal melakukan hukum Taurat Tuhan dengan setia? Juga menurut Derek Prince dalam bukunya yang berjudul "Berkat atau Kutuk Pilihan di Tangan Anda", menuliskan segala kutuk yang akan dialami oleh orang yang tidak taat, yaitu:
- - Penghinaan (direndahkan)
- - Kemandulan (ketidakberhasilan)
- - Sakit jiwa dan sakit badan
- - Kehancuran keluarga
- - Kemiskinan
- - Kekalahan
- - Penindasan
- - Kegagalan
- - Murka Allah (ditolak olehNya)
Sayangnya tidak ada satu manusiapun yang dapat berhasil melakukan semua hukum Taurat itu dengan sempurna. Jika gagal melakukan satu saja dari hukum Taurat itu walaupun yang lain berhasil kita lakukan, maka itu dinyatakan bersalah terhadap seluruhnya. Dinyatakan gagal dalam melakukan hukum Taurat itu.
"Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya." [Yakobus 2:10]
Tidak ada seorang pun yang berhasil melakukan semua hukum Taurat itu, dan itu berarti semua manusia hidup di bawah kutuk hukum Taurat. Dan tidak satu orang pun yang dapat membebaskan dirinya dari kuasa kutuk hukum Taurat. Tetapi puji nama Tuhan, Yesus sudah mati disalibkan untuk menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, supaya berkat Abraham sampai kepada kita.
Dan apa itu berkat Abraham? Berkat Tuhan atas Abraham dapat kita baca di Kitab Kejadian 12:2-3. Intinya adalah Abraham diberkati Tuhan dalam segala hal dan Abraham jadi berkat bagi banyak orang. Abraham sangat diberkati oleh Tuhan bukan karena perbuatannya tetapi karena imannya kepada Allah, dan semua orang yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu [Galatia 3:9].
Puji Tuhan, karena kita ada di dalam Kristus dan menjadi milik Kristus, maka kita juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah itu. Kita tidak lagi ada di bawah kuasa kutuk hukum Taurat, tetapi sekarang kita ada di bawah kuasa berkat Tuhan.
YESUS DATANG MEMBERI KEHIDUPAN YANG BERKELIMPAHAN
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." [Yohanes 10:10b]
Kita orang yang percaya adalah orang-orang yang diberkati oleh Tuhan, karena kita telah ditebus oleh Kristus dari kutuk hukum Taurat, supaya sama seperti Abraham diberkati oleh Tuhan, kita juga diberkati oleh Tuhan. Inilah yang Yesus lakukan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Yesus sendiri yang mengatakannya di dalam Yohanes 10:10b, bahwa Ia datang untuk memberi hidup, hidup yang memiliki segala kelimpahan.
Ini bukan berarti hanya terjadi pada waktu kita nanti ada di dalam Sorga, ini juga berarti ketika kita masih ada di dalam dunia ini. Hidup yang mempunyai segala kelimpahan, baik itu secara rohani maupun secara jasmani.
Mari kita lihat apa yang terjadi pada saat kita lahir baru? Kita menerima keselamatan atau diselamatkan. Kata "keselamatan" dalam bahasa Yunaninya adalah "Sozo", sebuah kata yang artinya mencakup mengenai keselamatan, pengampunan dosa, kesembuhan, kelepasan dan kelimpahan.
Dan juga pada saat kita menjadi ciptaan baru, ada Roh Tuhan tinggal di dalam kita, tepatnya di dalam roh kita dan firmanNya mengatakan bahwa Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
Mari kita renungkan sejenak, RohNya ada di dalam kita berarti seluruh keberadaan Allah ada di dalam kita, karakterNya ada di dalam kita, kuasaNya ada di dalam kita, hidupNya ada di dalam kita, termasuk kekayaan dan kelimpahanNya ada di dalam kita.
Mari kita lihat apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus di dalam surat-suratnya sebagai bukti bahwa kehidupanNya dan kelimpahanNya sudah ada di dalam kita.
"Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." [Roma 5:5]
Apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus? Rasul Paulus mengatakan bahwa karena Roh Kudus telah diberikan kepada kita, maka bersamaan dengan itu terjadi, kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita. Itu berarti di dalam roh kita ada kasih Allah yang tidak terbatas, dan kita tidak akan pernah kekurangan kasih Allah.
Jadi jangan lagi berdoa seperti ini: "Tuhan berikanlah kasihMu kepada saya supaya saya dapat mengasihi pasangan hidup saya, supaya saya dapat mengasihi orang tua saya, supaya saya dapat mengasihi anak-anak saya, supaya saya dapat mengasihi orang lain."
Itu doa yang tidak tepat. Mengapa? Karena kasihNya sudah Dia berikan kepada kita dengan limpahnya. Yang harus kita lakukan adalah melepaskan kasihNya yang sudah ada di dalam kita itu keluar untuk memberkati orang lain.
"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga." [Efesus 1:3]
Rasul Paulus mengatakan bahwa Allah Bapa kita telah mengaruniakan segala berkat rohani kepada kita karena kita ada di dalam Kristus. Kata "segala berkat rohani" di sini mengandung arti semua berkat keselamatan yang telah kita terima. Itu juga termasuk status kita di dalam Tuhan, apa yang sudah Yesus lakukan bagi kita di kayu salib dan juga termasuk kehidupanNya sudah Dia berikan kepada kita.
Kata "di dalam sorga" mengandung arti "di alam sorgawi", dan itu sudah terjadi di dalam roh kita, karena roh kita sudah dilahirkan baru dan didiami oleh Roh Kudus. Itu berarti segala berkat Tuhan sudah ada di dalam roh kita. Amin.
Mari kita juga lihat apa yang dikatakan oleh Rasul Petrus di dalam suratnya:
"Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib." [2 Petrus 1:3]
Rasul Petrus juga mengatakan bahwa Tuhan "telah" memberikan kepada kita "segala sesuatu yang berguna", dengan tujuan supaya hidup kita saleh, memuliakan Tuhan. Coba Anda temukan apakah ada sesuatu yang tidak termasuk di dalam "segala sesuatu yang berguna" itu yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita?
Jadi kita bisa simpulkan arti dari "segala sesuatu yang berguna" itu mencakup semua yang kita butuhkan untuk hidup yang memuliakan Tuhan. Di dalam segala sesuatu itu ada kasihNya, ada kuasaNya, ada berkat-berkatNya dan ada kehidupanNya yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita. Jadi kita adalah orang-orang yang diberkati Tuhan.
KITA ADALAH AHLI WARISNYA
"Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah." [Galatia 4:7]
Puji Tuhan setelah kita dilahirkan kembali, diselamatkan, kita juga telah dijadikan menjadi anak-anakNya. Dan karena kita adalah anak-anakNya, maka Rasul Paulus mengatakan bahwa kita adalah ahli-ahli warisNya. Apa artinya kita menjadi ahli warisNya?
Secara sederhana ahli warisnya mempunyai arti adalah orang-orang yang mempunyai hak untuk memiliki apa yang Allah miliki. Sama seperti yang dikatakan oleh seorang ayah kepada anaknya yang sulung di dalam perumpamaan tentang anak yang terhilang. Kata ayahnya kepada anaknya yang sulung itu: "Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu" (Lukas 15:31).
Tetapi sayangnya banyak orang percaya tidak menyadari identitas atau statusnya di dalam Kristus, bahwa mereka adalah ahli warisNya. Dan sebagai akibatnya mereka tidak mengalami kehidupan yang Tuhan telah berikan kepada mereka.
Biarlah kebenaran ini memerdekakan kita, bahwa di dalam Kristus, kita bukanlah sebagai hamba, tetapi sebagai anak dan karena kita adalah anak-anakNya, itu berarti kita adalah ahli-ahli warisNya. Luar biasa bukan? Percayalah apa yang dikatakan oleh firman Tuhan dan katakan itu kepada dirimu sendiri.
Seperti yang raja Daud lakukan, dia mengatakannya di dalam kitab Mazmur 23:1, 6a: "Tuhan adalah gembalaku, takkan aku kekurangan dan kebajikan serta kemurahanNya selalu mengikuti aku sepanjang umur hidupku." Kita adalah orang-orang yang diberkati oleh Tuhan.
Dan tentunya jika kita ingin mengalami berkat-berkatNya, ada bagian yang harus kita lakukan, yaitu menaati hukum-hukum rohani yang telah ditetapkan Tuhan. Sebagai contoh: Jika kita ingin mengalami berkat keuangan, ada hukum-hukum rohani yang berlaku. Misalnya, kita harus bekerja. Jika kita malas maka berkat-berkat Tuhan yang sudah Dia berikan kepada kita di dalam roh kita itu tidak dapat kita alami secara jasmani.
Juga ada hukum memberi yang harus kita taati supaya kita dapat mengalami berkat-berkat keuangan. Memberi kepada Tuhan, dengan mengembalikan persepuluhan, memberi untuk pekerjaan Tuhan dan lain-lain. Dan jika kita tidak menaati hukum rohani tersebut, maka sebagai akibatnya kita menyia-nyiakan segala berkat yang Tuhan telah berikan kepada kita. Mulailah dari sekarang untuk melihat dirimu di dalam Kristus adalah orang-orang yang diberkati Tuhan dan taatilah hukum-hukum rohaninya.
PENGAKUAN IMANKU
Kristus telah menebus hidupku
dari kutuk hukum Taurat
supaya hidupku ada di dalam
berkat Tuhan senantiasa.
Hidupku diberkati
dan menjadi berkat
bagi banyak orang.
Semua yang telah Tuhan kerjakan di dalam kehidupan kita, itu telah terjadi di alam roh, di dalam roh kita. Di dalam Kristus, kita telah menjadi ciptaan baru, menjadi orang benarNya Tuhan, menjadi orang kudus dan memiliki kehidupan yang luar biasa karena Roh Tuhan berdiam dan menjadi satu dengan roh kita yang menjadikan kita menjadi lebih dari pemenang.
Ada kelimpahan kasih karuniaNya di dalam hidup kita yang membuat kita hidup dan berkuasa. Dan kehidupan yang diberkati Tuhan, karena Yesus Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat. Yesus telah memberikan kehidupan yang berkelimpahan kepada kita yang percaya kepadaNya. Itu semua telah Tuhan lakukan di dalam alam roh, di dalam roh kita.
Dan Tuhan rindu supaya semua yang Dia telah lakukan buat kita di dalam roh menjadi kenyataan di alam jasmani. Ada bagian dan tanggung jawab kita yang harus kita lakukan untuk mengalami semua yang telah Tuhan lakukan di dalam roh.
Jika kita tidak melakukan bagian kita, maka kita tidak mengalaminya di alam jasmani kita. Apa bagian atau tanggung jawab yang harus kita lakukan, supaya semua yang telah Tuhan lakukan di dalam roh kita, menjadi kenyataan dan kita alami setiap hari?
HIDUP KARENA PERCAYA DAN BUKAN KARENA MELIHAT
"Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat." [2 Korintus 5:7]
Bagian pertama yang harus kita lakukan adalah memercayai apa yang Tuhan telah lakukan di dalam roh kita. Percayalah bahwa di dalam Kristus, karena kasih karuniaNya, kita telah diselamatkan, diampuni, menjadi orang benar dan orang kudus.
Percayalah bahwa ada Roh Tuhan di dalam kita, percayalah Tuhan telah memerintahkan segala berkatNya ke dalam roh kita. Percayalah bahwa di dalam Kristus kita memiliki kehidupan yang berkemenangan dan kehidupan yang berkelimpahan. Percayailah itu, karena kepercayaan yang benar akan menghasilkan kehidupan yang benar.
Tetapi sayangnya banyak kali kehidupan kita lebih sering dikuasai oleh kekurangpercayaan kita. Dalam bab "Tidak ada yang mustahil", kita sudah mempelajari bahwa kekurangpercayaan itu sama dengan ketidakpercayaan dan sebagai akibat ketidakpercayaan kita, maka kita tidak mengalami apa yang Tuhan telah lakukan bagi kita di alam roh.
Kita seringkali lebih percaya dengan apa yang sedang terjadi di alam jasmani kita dibanding dengan apa yang sudah terjadi di dalam roh kita. Kita harus lebih percaya kepada apa yang ada di dalam roh dari pada apa yang terjadi di dalam alam jasmani.
Kita harus tetap percaya dengan apa yang telah Tuhan lakukan di dalam roh kita, walaupun apa yang terjadi di alam jasmani kita itu bertentangan dengan apa yang terjadi di dalam roh kita.
Ketika Yesus ada di bumi ini, seringkali Dia menegur para muridNya tentang ketidakpercayaan mereka, yang menyebabkan mereka tidak dapat mengalami kuasa Tuhan. Yesus juga pernah mengecam tempat asalNya yaitu kota Nazaret karena penduduknya tidak percaya kepadaNya yang menyebabkan Yesus tidak banyak melakukan mukjizat.
Kekurangpercayaan atau ketidakpercayaan adalah hal yang sama, yang dapat melemahkan iman kita, sehingga kita tidak dapat mengalami kuasa Tuhan dinyatakan di dalam kehidupan kita.
Tetapi mengapa seringkali kita lebih percaya dengan apa yang sedang terjadi di alam jasmani kita dibanding dengan apa yang ada di dalam roh kita? Sehingga kita mau "melihat" lebih dulu, baru "percaya", di manakah letak masalahnya? Padahal Rasul Paulus mengatakan bahwa hidup kita adalah hidup karena percaya dan bukan karena melihat.
Jawabannya adalah karena jiwa kita yang menjadi penghalangnya. Jiwa kita menghalangi apa yang ada di dalam roh kita untuk dinyatakan di dalam jasmani kita. Jiwa kita memang belum mengalami perubahan yang sempurna seperti yang telah terjadi dengan roh kita pada saat kita mengalami kelahiran baru di dalam Kristus.
PERUBAHAN PIKIRAN YANG TERUS MENERUS
Di dalam jiwa kita, ada pikiran, perasaan dan kehendak. Karena jiwa kita tidak mengalami kelahiran baru seperti yang terjadi dengan roh kita pada saat kita percaya Yesus, maka jiwa kita harus mengalami perubahan sesuai dengan firman Tuhan; jika tidak, maka jiwa kita akan menghalangi apa yang telah terjadi di dalam roh kita untuk dinyatakan di dalam tubuh kita.
Bagaimana jiwa kita dapat mengalami perubahan sehingga jiwa kita setuju, sepakat dengan apa yang telah terjadi di dalam roh kita? Rasul Paulus di dalam suratnya di kitab Roma 12:2, mengajarkan kepada kita bahwa kita harus mengalami perubahan yang terus menerus di dalam pikiran kita.
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
"Pembaharuan budi" di sini berarti pembaharuan pikiran. Jika pikiran kita tidak mengalami pembaharuan terus menerus, maka akibatnya kita tidak akan mengetahui kehendak Tuhan di dalam kehidupan kita. Kita juga tidak akan mengetahui apa yang telah Tuhan lakukan bagi kita melalui karya Yesus di salib.
Jadi bagian kita yang selanjutnya yang harus kita lakukan supaya kita dapat mengalami semua yang telah Tuhan berikan di dalam roh kita adalah mengalami perubahan pikiran yang terus menerus. Sebelum kita lahir baru, roh kita mengalami kematian dan jiwa kita mengalami kerusakan.
Pikiran orang-orang yang belum lahir baru, memiliki pikiran yang sia-sia (Roma 1:21), pikiran yang terkutuk (Roma 1:28), pikiran yang telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga menolak Allah (2 Korintus 4:4), pikiran yang memusuhi Allah (Kolose 1:21), pikiran yang sesat (2 Korintus 11:3), pikiran yang jahat (Efesus 2:3), dan pikiran yang tidak sehat (1 Timotius 6:5).
Intinya adalah sebelum kita lahir baru, kita memiliki pikiran yang rusak, yang menentang Allah. Walaupun pada saat kita lahir baru, kita menerima roh yang baru dari Tuhan (Yehezkiel 36:26), akan tetapi jiwa kita belum mengalami pemulihan yang sempurna.
Itulah sebabnya Rasul Paulus menasihatkan kepada jemaat di Roma supaya mereka mengalami perubahan pikiran yang terus menerus, dengan tujuan supaya pikiran kita memiliki pikiran dan perasaan yang ada pada Kristus.
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." [Filipi 2:5]
Sebab jika pikiran kita tidak mengalami pembaharuan yang terus menerus, maka pikiran kita akan selalu bertentangan dengan firman Allah.
Dan sebagai akibatnya adalah kita tidak dapat mengalami semua yang telah Tuhan kerjakan di dalam roh kita. Supaya kita dapat mengalami perkara-perkara rohani dari Allah, kita harus memiliki pikiran yang rohani.
Jika pikiran kita tidak mengalami pembaharuan yang terus menerus, maka pikiran kita menjadi pikiran yang duniawi dan akhirnya kita menjadi manusia duniawi yang belum dewasa di dalam Kristus.
"Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani." [1 Korintus 2:14]
PIKIRAN KITA MENENTUKAN KEHIDUPAN KITA
"Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia." [Amsal 23:7a]
Pikiran kita mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk kehidupan kita. Seperti yang dikatakan oleh si penulis kitab Amsal. Ketika kita "membuat perhitungan dalam diri sendiri" ini artinya adalah "apa yang kita pikirkan tentang diri kita" akan menentukan siapa kita nantinya. Ini berarti kehidupan kita saat ini adalah hasil dari pikiran-pikiran kita pada masa yang lalu.
Dan apa yang kita pikirkan sekarang ini, akan menentukan kehidupan kita pada masa yang akan datang. Itulah kekuatan dari pikiran kita. Jika pikiran kita tidak mengalami pembaharuan terus menerus, maka pikiran kita akan selalu bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh firman Tuhan.
Pikiran kita dapat membentuk perasaan kita, jika pikiran kita negatif, maka perasaan kita menjadi negatif dan akan membuat perkataan kita juga jadi negatif, lalu akan membuat tindakan kita jadi negatif. Jika kita terus melakukan tindakan-tindakan yang negatif, maka akhirnya kehidupan kita jadi negatif.
PIKIRAN KITA AKAN MENENTUKAN TINDAKAN KITA
"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." [Yosua 1:8]
Jika kita perhatikan dengan teliti Yosua 1:8 mengapa kita harus merenungkan Firman Tuhan itu siang dan malam? Tujuannya adalah supaya kita bertindak hati-hati sesuai dengan apa yang dikatakan oleh firman Tuhan. Jadi itu menjelaskan kepada kita peranan pikiran kita dalam tindakan kita. Pikiran kita sangat menentukan apa yang menjadi tindakan kita.
Jika pikiran kita negatif, maka itu akan membuat tindakan kita jadi negatif. Misalnya: kita mempunyai pikiran negatif terhadap teman kita maka tindakan kita akan menjadi negatif terhadap teman kita tersebut. Jika pikiran kita menolak firman Tuhan dan tidak memercayainya, maka tindakan yang kita lakukan adalah tindakan yang menunjukkan bahwa kita tidak memercayai firman Tuhan itu.
Jadi kita harus memperbaharui pikiran kita sesuai dengan firman Tuhan supaya tindakan kita juga sesuai dengan firman Tuhan itu. Dan sekarang perhatikanlah apa yang terjadi jika tindakan kita sesuai dengan firman Tuhan, Yosua 1:8 mengatakan hasilnya adalah perjalanan kita akan berhasil dan akan beruntung. Mulai dari sekarang perbaharuilah pikiran kita dengan kebenaran Firman Tuhan.
RENUNGKANLAH KARYA YESUS DISALIB BAGI KITA
Jika kita mau mengalami kehidupan yang baru, kehidupan yang luar biasa dan kehidupan yang telah Tuhan berikan kepada kita melalui karya Yesus di salib, maka renungkanlah kebenaran-kebenaran firman Tuhan yang mengatakan tentang siapakah kita di dalam Kristus, tentang apa yang telah Tuhan berikan kepada kita sebagai orang-orang percaya.
Renungkanlah atau pikirkan terus menerus status kita di dalam Kristus, yang mengatakan bahwa kita adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang.
Di dalam Kristus, segala dosa kita sudah diampuni dan Tuhan tidak mengingat-ingat kesalahan kita. Di dalam Kristus, kita telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran yang membuat kita hidup berkuasa. Berkuasa atas dosa, berkuasa atas masalah-masalah kehidupan, berkuasa atas dunia ini.
Hidup yang menyenangkan Tuhan senatiasa. Hidup yang selalu diberkati Tuhan. Hidup yang selalu berhasil, karena Tuhan selalu menyertai kita. Hidup yang memberkati orang lain dan memuliakan Tuhan. Renungkanlah kebenaran-kebenaran firman itu.
PEMBARUAN PIKIRAN OLEH FIRMAN TUHAN
Hanya firman Tuhan yang dapat memperbaharui pikiran kita, hanya kebenaran firman Tuhan yang dapat memerdekakan kita dari pikiran yang jahat, yang salah, yang sia-sia dan yang negatif. Jika kita mengetahui kebenaran, maka kebenaran itu akan memerdekakan kita.
Isilah pikiran kita dengan kebenaran firman Tuhan dan tolak setiap pikiran yang salah yang coba-coba masuk ke dalam pikiran kita. Tuhan telah memberikan kita kuasa untuk menolak dan mengusir setiap pikiran yang salah yang coba-coba mempengaruhi kita. Rasul Paulus mengatakan kepada jemaat Tuhan di Filipi agar mereka hanya memikirkan perkara-perkara yang benar dan yang mulia.
"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." [Filipi 4:8]
PERKATAKANLAH APA YANG KITA PERCAYAI DI DALAM KRISTUS
Kita juga harus menjaga lidah kita dengan benar, supaya apa yang keluar dari mulut kita adalah perkataan-perkataan yang benar. Seperti yang dikatakan oleh Rasul Petrus di dalam suratnya.
"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu." [1 Petrus 3:10]
Banyak orang percaya yang tidak mengalami kebaikan Tuhan di dalam hidupnya itu dikarenakan mereka tidak menjaga lidahnya terhadap perkataan-perkataan yang salah. Mereka mengucapkan kata-kata yang bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh firman Tuhan.
Sebagai contoh, firman Tuhan mengatakan bahwa di dalam Kristus kita adalah orang-orang yang lebih dari pemenang. Tetapi ketika kita mengalami suatu kegagalan, maka seringkali kita mengatakan bahwa kita adalah orang yang gagal dan selalu gagal. Dan sebagai akibatnya kita akan hidup terus dalam kegagalan.
Kita tidak menyadari bahwa perkataan kita berkuasa bahkan sangat berkuasa. Perkataan kita dapat menentukan hidup dan matinya kita, seperti yang dikatakan oleh kitab Amsal 18:21.
"Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya."
Jadi jangan pakai lidah kita untuk mengucapkan kata-kata yang melemahkan iman kita, jangan ucapkan kata-kata yang menghancurkan dan kata-kata yang negatif yang dapat menghancurkan hidup kita. Tetapi pakailah lidah kita untuk melepaskan berkat, melepaskan kehidupan bagi diri sendiri dan orang lain.
Jadi tanggung jawab kita yang selanjutnya adalah menggunakan mulut kita dengan benar, yaitu memperkatakan apa yang dikatakan oleh firman Tuhan.
Setelah pikiran kita terus menerus diperbaharui oleh kebenaran firman Tuhan, maka itu akan menguatkan kepercayaan kita terhadap apa yang dikatakan oleh firman Tuhan. Dan apa yang kita percayai akan keluar melalui perkataan kita atau tindakan kita.
Marilah kita pelajari tentang kisah seorang wanita yang sudah dua belas tahun sakit pendarahan. Bagaimana ia mengalami mukjizat kesembuhan dari Yesus? Pertama yang dia lakukan adalah dia berkata di dalam hatinya atau pikirannya, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." [Matius 9:21]. Dan setelah itu apa yang dilakukan oleh si perempuan itu? Mari kita baca di Injil Markus 5:28.
"Sebab katanya: 'Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.'"
Jadi yang dilakukan oleh si perempuan yang sudah dua belas tahun sakit pendarahan itu, adalah dia berpikir dalam hatinya dan setelah itu dia mengatakannya, bahwa jika dia menjamah jubahNya Yesus, maka ia akan sembuh. Jadi sangat penting kita memperkatakan apa saja yang dikatakan oleh firman Tuhan tentang kehidupan kita.
Penting sekali kita memperkatakan apa saja yang telah Yesus perbuat bagi kita melalui karyaNya di kayu salib. Sangat penting untuk memperkatakan tentang siapa kita di dalam Kristus dan apa saja berkat-berkat Tuhan yang telah diberikan kepada kita melalui Kristus.
Mulai sekarang berhentilah untuk bersungut-sungut, mengomel dan mengatakan perkataan-perkataan yang negatif. Dan mulailah sekarang juga untuk menggunakan lidah Anda untuk memuji Tuhan, untuk bersyukur atas apa yang telah dilakukan Yesus bagi Anda. Dan perkatakanlah dengan iman tentang apa saja yang Anda percayai di dalam Kristus.
BERTINDAKLAH SESUAI DENGAN APA YANG KITA PERCAYAI DI DALAM KRISTUS
Yakobus mengatakan di dalam suratnya supaya kita jangan hanya jadi pendengar firman saja, tetapi kita harus jadi pelaku-pelaku firman Tuhan. Dan Yakobus juga mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati atau sia-sia, tidak ada manfaatnya. Apa yang kita percayai harus kita ucapkan dan setelah itu, kita harus lakukan apa yang kita percayai.
Mari kita kembali kepada kisah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun sakit pendaharaan. Setelah ia berpikir dan hatinya, lalu ia juga mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya. Setelah itu apa yang dia lakukan? Apakah dia berpikir terus tentang kesembuhannya? Apakah ia memperkatakan terus tentang kesembuhannya?
Perhatikan dan bacalah kisahnya dengan teliti. Ia tidak hanya berpikir dan berkata saja, tetapi setelah itu ia bertindak, ia melakukannya. Ia pergi mendekati Yesus dan menjamah jubahNya. Dan akhirnya ia mengalami mukjizat kesembuhan.
Mari kita perhatikan langkah-langkah yang dilakukan oleh si perempuan yang sudah dua belas tahun menderita sakit pendaharaan:
- Dia mendengar berita tentang Yesus dan memercayaiNya. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus... [Markus 9:27a]
- Dia berkata dalam hatinya atau pikirannya. Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." [Matius 9:21]
- Dia mengucapkan apa yang ada di dalam pikirannya. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." [Markus 5:28]
- Dia bertindak, melakukan apa yang dia percayai itu. Maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubahNya. [Markus 5:27b]
Dan sebagai akibat dari apa yang ia telah lakukan, ia mengalami mukjizat kesembuhan.
Jadi dapat kita simpulkan, tanggung jawab yang harus kita kerjakan supaya kita dapat mengalami setiap hari kehidupan yang baru, kehidupan yang luar biasa yang telah Tuhan berikan kepada kita adalah:
- Percayai apa yang dikatakan oleh firman Tuhan tentang status kita di dalam Kristus, tentang karyaNya yang ajaib bagi kita.
- Renungkanlah atau pikirkanlah terus menerus apa yang telah kita percayai itu supaya pikiran kita semakin diperbaharui.
- Perkatakanlah terus menerus.
- Bertindaklah sesuai dengan apa yang kita percayai itu.
Saya percaya ada kasih karuniaNya yang akan menolong kita untuk mempraktikkan langkah-langkah tersebut. Jangan putus asa, jangan kecewa dan jangan berhenti jika Anda sudah melakukan ke empat langkah itu dan belum mengalami mukjizatNya. Terus lakukan. JanjiNya adalah ya dan amin.
"Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Dia janjikan." [Roma 4:20-21]
Banyak orang percaya yang tidak mengalami kebaikan Tuhan di dalam hidupnya itu dikarenakan mereka tidak menjaga lidahnya terhadap perkataan-perkataan yang salah. Mereka mengucapkan kata-kata yang bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh firman Tuhan.
PENGAKUAN IMANKU
Saya percaya apa yang dikatakan
firman Tuhan tentang hidupku.
Pikiranku terus
mengalami pembaruan
oleh kebenaran firman Tuhan.
Karena kasih karuniaNya
hidupku mengalami
kasih dan kuasanya setiap saat.
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan." [1 Petrus 2:9-10]
Puji nama Tuhan, di dalam Kristus kita adalah orang-orang pilihan Tuhan, dan kepunyaan Tuhan sendiri, dan Dia telah membuat kita menjadi imamat yang rajani, yang artinya menjadi suatu kerajaan yang terdiri dari imam-imam. Berarti Tuhan telah jadikan kita menjadi "imam dan raja" bagiNya (baca Wahyu 1:6; 5:10). Dengan tujuan untuk memberitakan perbuatan-perbuatanNya yang besar yang telah dilakukanNya atas hidup kita.
Dan Tuhan mau supaya setiap orang-orang percaya hidup sesuai dengan rencanaNya, berfungsi sebagai imam dan raja. Untuk itu kita harus mengetahui fungsi "imam dan raja" dengan benar.
Di dalam buku ini saya tidak akan membahas tentang imam dan raja secara dalam, tetapi saya akan membahas secara umumnya saja. Kata "imam" mempunyai arti adalah orang yang mewakili manusia untuk urusan-urusan mengenai Allah.
Di dalam Perjanjian Lama Tuhan telah menetapkan tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh imam-imam yang telah dipilih oleh Allah. Salah satu ayat di dalam Perjanjian Lama yang menurut saya isi ayat tersebut menyimpulkan tentang tugas dan tanggung jawab imam-imam yang telah dipilih oleh Allah yaitu terdapat di kitab Ulangan 21:5.
"Imam-imam bani Lewi haruslah tampil ke depan, sebab merekalah yang dipilih TUHAN, Allahmu, untuk melayani Dia dan untuk memberi berkat demi nama TUHAN; menurut putusan merekalah setiap perkara dan setiap hal luka-melukai harus diselesaikan."
Imam-imam adalah orang-orang yang dipilih oleh Tuhan sendiri dan bukan dipilih oleh manusia, dan ditetapkan untuk melayani Tuhan. Tugas dan tanggung jawab mereka adalah melakukan pengawasan dan pekerjaan di tempat kudus dan juga untuk mempersembahkan korban-korban dan persembahan-persembahan kepada Allah.
Mereka juga dipilih oleh Tuhan untuk memberi berkat demi nama Tuhan. Mereka mewakili Tuhan untuk mengucapkan berkat bagi bangsa Israel (Bilangan 6:22-26). Dan untuk memutuskan setiap perkara-perkara yang terjadi di antara bangsa Israel. Sebagai contoh kita dapat membacanya di kitab Bilangan 11-31, Imamat 13-14.
Jadi kita dapat simpulkan tugas dan tanggung jawab imam menurut Ulangan 21:5, adalah:
- untuk melayani Tuhan,
- untuk memberkati bangsa Israel, dan
- untuk membuat keputusan terhadap setiap perkara.
MELAYANI TUHAN
Sama seperti imam-imam di dalam Perjanjian Lama, mereka bukan dipilih oleh kehendak manusia tetapi dipilih oleh Tuhan begitu juga dengan kita yang percaya kepada Yesus telah dipilih dan tetapkan menjadi imam-imam bagi Allah. Itu berarti kita juga telah ditetapkan untuk melayani Tuhan.
Tidak peduli bagaimana latar belakang kita, berapa lama kita sudah menjadi orang percaya dan apa status kita, kita di dalam Kristus adalah imam-imamNya Allah dan kita juga harus mempersembahkan korban-korban dan persembahan-persembahan, tetapi bukan untuk pengampunan dosa, karena Yesus sudah melakukan itu satu kali untuk selama-lamanya.
Jadi persembahan-persembahan apa sajakah yang harus kita lakukan sebagai bentuk pelayanan kita kepada Allah? Seringkali kita begitu sibuk melakukan pekerjaan-pekerjaanNya sampai kita mengabaikan hal yang terpenting yang harus kita lakukan dalam melayani Tuhan.
Kita dapat belajar tentang hal ini dalam kisah Marta dan Maria. Di mana Marta begitu sibuk melayani sedangkan Maria duduk di kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya. Dan dalam kisah ini Yesus memuji apa yang dilakukan oleh Maria. Itu bukan berarti kita tidak harus melakukan apa yang Marta lakukan. Di sini Yesus sedang memberitahu suatu hal yang terpenting yang tidak boleh kita abaikan, yaitu bersekutu dengan Tuhan secara pribadi.
Apakah kita begitu disibukkan dengan banyak pekerjaan dan kegiatan-kegiatan yang kadangkala kita mengatakan bahwa pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan itu kita lakukan adalah untuk Tuhan, tetapi kita mengabaikan waktu di mana kita hanya mendengarkan Dia berbicara kepada kita melalui doa dan firmanNya.
Melayani Tuhan yang pertama adalah kita bersekutu dengan Dia, kita memuji dan menyembah Dia. Kita mempersembahkan ucapan syukur kita kepadaNya atas segala perbuatanNya yang ajaib atas hidup kita. Mari mulai sekarang miliki waktu yang kita pakai untuk sendirian dengan Dia, memuji dan menyembahNya.
Melayani Tuhan itu juga berarti kita mempersembahkan tubuh kita kepadaNya sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepadaNya [Roma 12:1]. Dan Rasul Paulus mengatakan bahwa itu adalah ibadah kita yang sejati. Kita memakai seluruh anggota tubuh kita untuk kemuliaanNya. Karena kita telah dibeli dengan harga yang mahal oleh darah Yesus dan hidup kita termasuk seluruh anggota tubuh kita adalah milik Tuhan.
Jadi pergunakanlah itu semua untuk memuliakan Tuhan. Setelah itu kita dapat melayani Tuhan dengan harta kekayaan yang Tuhan berikan kepada kita, kita dapat melayani Tuhan dengan pekerjaan atau pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, kita dapat melayani Tuhan dengan waktu yang Tuhan berikan kepada kita. Artinya, apa pun yang kita lakukan, semuanya kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan.
"Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah." [1 Korintus 10:31]
MEMBERKATI
"TUHAN berfirman kepada Musa: 'Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.'" [Bilangan 6:22-26]
Tanggung jawab imam yang kedua adalah memberkati bangsa Israel. Tuhan memberi perintah kepada imam-imam pada waktu itu untuk mengucapkan berkat bagi bangsa Israel. Berarti kita juga yang adalah imam-imamNya, kita juga harus memberkati orang lain. Apakah kita memberkati atau mengutuk orang lain?
Sebagai imam-imamNya Allah, kita telah diberi otoritas oleh Allah untuk memberkati orang lain, memberkati pasangan hidup kita, memberkati orangtua kita, memberkati anak-anak kita, memberkati komunitas kita, memberkati kota dan bangsa kita. Kita dapat melakukan itu melalui doa-doa kita, dan kita juga dapat melakukan itu melalui kata-kata kita.
Apakah kita selama ini melepaskan berkat atau kutuk kepada mereka? Seringkali kita tidak menyadari bahwa melalui kata-kata yang keluar dari mulut kita, itu tidak memberkati, itu tidak membangun diri sendiri maupun orang lain. Sebagai orangtua, jika kita tidak hati-hati dengan perkataan kita, maka yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata yang mengutuk dan menghancurkan anak-anak kita.
Sebagai suami atau isteri, jika kita tidak hati-hati dengan mulut kita, maka kita bisa saling mengutuk dan menghancurkan pasangan hidup kita. Sadarilah bahwa kita adalah imam-imamNya Allah yang diberi otoritas untuk memberkati orang lain. Apalagi kita bukan hanya imam-imamNya Allah saja, tetapi kita juga adalah raja-raja yang mempunyai otoritas, yang di mana kata-kata dari seorang raja itu berkuasa [Pengkhotbah 8:4].
"Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia." [Efesus 4:29]
Kata "kotor" di sini berarti: jelek, busuk, tidak berharga, jahat dan berbahaya serta merusak. Kata-kata kita dapat membangun dan juga dapat menghancurkan hidup orang lain dan bahkan hidup kita sendiri bisa dihancurkan melalui kata-kata negatif yang kita ucapkan kepada diri sendiri.
Mari mulai dari sekarang berfungsilah sebagai imam bagi dirimu sendiri dan bagi keluargamu serta bagi orang lain. Lepaskanlah berkat Tuhan atas hidup sendiri, lepaskanlah kata-kata berkat buat tubuhmu supaya tetap sehat, lepaskanlah berkat buat pendidikanmu jika Anda masih sekolah atau kuliah, lepaskanlah berkat untuk pekerjaanmu, usahamu dan pelayananmu.
Juga lepaskanlah berkat buat pasangan hidupmu, buat orangtuamu, buat anak-anakmu dan buat orang-orang yang engkau kasihi. Bahkan firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk memberkati juga orang-orang yang tidak baik kepada kita. Dan juga lepaskan berkat Tuhan melalui doa dan perkataan kita buat kota dan bangsa kita, supaya mereka mengalami berkat-berkat Tuhan dan nama Tuhan dimullakan.
MENYATAKAN KEPUTUSAN
"Imam-imam bani Lewi haruslah tampil ke depan, ...; menurut putusan merekalah setiap perkara dan setiap hal luka-melukai harus diselesaikan." [Ulangan 21:5c]
Imam-imam di dalam Perjanjian Lama, selalu membuat keputusan atas setiap perkara yang terjadi berdasarkan atas keputusan yang Tuhan telah tetapkan sebelumnya. Imam-imam itu tidak boleh membuat keputusan bagi orang-orang Israel yang datang kepada mereka berdasarkan keputusan mereka sendiri.
Jika mereka membuat keputusan berdasarkan diri sendiri maka mereka akan merugikan orang lain. Mereka harus membuat keputusan yang sesuai dengan apa yang Tuhan telah putuskan. Begitu juga kita sebagai imam-imamNya Allah harus membuat atau menyatakan keputusan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain berdasarkan keputusan-keputusan yang Tuhan telah putuskan.
Nyatakanlah keputusan yang Tuhan telah putuskan melalui karya Yesus di salib, bahwa Allah sangat mengasihi kita, Allah sangat mengasihi semua manusia. Dan Allah telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal yaitu Yesus bagi kita manusia, supaya yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebagai imam-imamNya Allah, kita harus terus menyatakan keputusaan yang telah Tuhan buat melalui karya Yesus di salib buat diri sendiri. Seperti raja Daud menulis di dalam kitab Mazmur 103:1-5.
"Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali."
Menyatakan keputusan yang Tuhan telah buat melalui karya Yesus di salib itu berarti kita sedang memberitakan berita tentang Kristus yang disalibkan itu baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Kita harus menyatakan keputusan Tuhan yang telah terjadi akibat karya salibNya itu setiap hari bahkan setiap saat supaya kita mengalami kasih karunia Tuhan. Karena berita tentang Kristus yang disalibkan itu bagi orang yang percaya akan memberi kekuatan dan hikmat. Dan Kristus adalah pengharapan akan kemuliaan.
"tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah." [1 Korintus 1:23-24]
Misalnya jika Anda sedang sakit, maka Anda sebagai imam-imamNya Allah harus menyatakan keputusan Allah, yaitu bahwa di dalam Kristus segala penyakit kita sudah ditanggungNya dan oleh bilur-bilurNya kita telah disembuhkan.
Misalnya Anda masih terikat dengan dosa dan kebiasaan-kebiasaan buruk, maka Anda harus menyatakan keputusan yang Yesus buat di kayu salib untuk Anda, yaitu kehidupan Anda yang lama telah berlalu, kehidupan yang baru telah datang dan menjadi milik Anda.
Dosa tidak berkuasa lagi atas hidup Anda, karena Anda telah dijadikan Tuhan menjadi orang-orang yang lebih daripada pemenang. Apa pun masalah-masalah yang sedang Anda hadapi, nyatakanlah keputusan yang telah Tuhan buat melalui karya Yesus disalib terhadap masalah-masalah tersebut.
Ingatlah! Di dalam Kristus, Anda adalah imam dan raja yang telah diberi otoritas. Anda juga dapat menyatakan keputusan yang telah Tuhan buat melalui Kristus disalib kepada orang-orang lain, misalnya: kepada keluarga Anda, kepada komunitas Anda, dan lain-lain. Keputusan-keputusan apakah yang telah Tuhan buat melalui Kristus yang harus Anda nyatakan?
Anda dapat membaca lagi buku "Day & Night" dan juga tentunya buku yang sekarang ada di tangan Anda, yaitu "New Life". Karena kedua buku tersebut ditulis untuk menyatakan keputusan yang telah Tuhan buat melalui Kristus disalib buat kita semua yang percaya kepada Yesus Kristus. Katakan itu buat diri Anda sendiri dan juga buat orang-orang lain.
MEMERINTAH SEBAGAI RAJA
Kita yang ada di dalam Kristus telah dipilih untuk menjadi imamat yang rajani, menjadi imam dan raja [1 Petrus 2:9; Wahyu 1:5-6; 5:10]. Dan karena Kristus, kita semua yang telah percaya telah diberikan kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran supaya kita akan hidup dan berkuasa.
"Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus." [Roma 5:17]
Kata "berkuasa" di sini dalam bahasa Yunani "basileuo" yang mempunyai arti berkuasa sebagai raja. Kita dapat berkuasa di dalam hidup ini bukan berdasarkan kekuatan diri sendiri atau kekuatan manusia, tetapi oleh karena satu orang, yaitu Kristus.
Karena melalui karya Yesus di kayu salib, Dia telah mengalahkan dosa, maut dan iblis serta dunia ini. Dan Allah telah memberikan kepada kita kemenangan itu oleh Yesus Kristus. Dan di dalam Kristus, kita semua yang percaya adalah orang-orang yang lebih dari pemenang.
KuasaNya telah ada di dalam kita. Jangan biarkan dosa dan kebiasaan buruk memperbudak hidup Anda dan menjadikan Anda pecundang. Jangan biarkan masalah-masalah dalam hidup ini mengalahkan Anda.
Jangan biarkan sakit penyakit mengikat Anda dan jangan biarkan apa pun yang bukan dari Tuhan membuat Anda tidak berdaya. Bangkitlah, Anda telah ditetapkan oleh Tuhan bukan untuk menjadi korban dan pecundang, tetapi Tuhan telah menetapkan Anda menjadi lebih dari pemenang.
Maka lepaskanlah kuasaNya itu melalui perkataan Anda dengan memberkati hidup Anda sendiri dan orang-orang yang Anda kasihi, bahkan Anda dapat melepaskan berkat buat "musuh-musuh" Anda.
Dan nyatakan keputusan yang Yesus telah buat bagi Anda dan orang-orang lain melalui karyaNya di kayu salib. Ingat kita adalah imam-imam dan raja-raja oleh karena Kristus dan perkataan seorang raja itu berkuasa.
"Karena titah raja berkuasa; ...." [Pengkhotbah 8:4a]
Mulai dari sekarang, berfungsilah sebagai imam dan raja bagi dirimu sendiri, bagi keluargamu, komunitasmu, bagi gereja lokalmu, bagi kota dan bangsamu. Karena Anda dan saya di dalam Kristus telah dipilih dan ditetapkan untuk menjadi imam-imam dan raja bagi kemuliaanNya.
PENGAKUAN IMANKU
Di dalam Kristus,
saya adalah imam dan raja
yang diberi otoritas
untuk melayani Tuhan,
menjadi berkat bagi orang lain
dan untuk menyatakan keputusan
yang telah Tuhan buat
melalui karya salib Yesus.
Di mana pun saya berada,
saya menjadi imam dan raja
yang melayani Tuhan,
memberkati orang-orang lain dan
memberitakan perbuatan-perbuatan
besar dari Tuhan.
Melalui buku "New Life" ini, saya telah berusaha untuk menjelaskan kepada Anda mengenai kehidupan baru yang telah Tuhan Allah berikan kepada kita yang percaya kepada Yesus. Saya rindu, Anda bukan hanya selesai membaca buku ini saja, tetapi Anda dari sekarang juga, mulai mempraktikkan kebenaran-kebenaran firman Tuhan mengenai kehidupan baru di dalam Kristus ini, sehingga itu menjadi gaya hidup Anda dan Anda mengalami kehidupanNya yang luar biasa itu setiap saat.
Jika Anda mengalami kegagalan dalam mempraktikkan kebenaran-kebenaran firman Tuhan yang ada di dalam buku ini, yang pertama yang harus Anda mengerti adalah bahwa Allah tetap mengasihi Anda. Anda tetap menjadi seorang anak yang sangat dikasihiNya. Karena Allah mengasihi Anda bukan karena apa yang telah Anda lakukan bagiNya, tetapi apa yang telah Yesus lakukan di kayu salib bagi Anda. Ketika Anda gagal mempraktikkannya, Allah tetap menjadi Bapa yang baik bagi Anda dan tidak akan meninggalkan Anda.
Dan yang kedua yang harus Anda lakukan adalah jangan menyerah, dan jangan putus asa, tetapi Anda harus bangkit kembali dan mulai praktikkan lagi kebenaran-kebenaran tersebut. Ingat, Anda telah ditetapkan oleh Tuhan bukan sebagai pencundang tetapi sebagai pemenang bahkan lebih dari pemenang.
Dan ingatlah ada Roh Tuhan di dalam hidup Anda, yang akan selalu menyertai Anda dan menolong Anda. Ingat ada kelimpahan kasih karuniaNya di dalam hidup Anda yang membuat Anda hidup dan berkuasa dan hidup berkemenangan.
Yang ketiga adalah ketika Anda mengetahui siapakah diri Anda di dalam Kristus, dan ketika Anda mulai mempraktikkannya dan Anda mulai mengalami kuasaNya terjadi di dalam hidup Anda dan melalui Anda kuasaNya itu menjadi nyata untuk memberkati orang-orang lain, Anda harus ingat kalimat saya ini yang saya ambil dari pengakuan Rasul Paulus, yaitu:
"Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku." [1 Korintus 15:10]
Artinya itu semua hanya karena kasih karuniaNya, dan bukan karena usaha Anda, bukan karena perbuatan Anda. Jadi ketika Anda mengalami berkat-berkat Tuhan, Anda menjadi sehat, berhasil, beruntung dan berbahagia, jangan membuat Anda menjadi sombong. Kembalikan segala pujian dan kemuliaan hanya bagi Tuhan. Karena segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia dan kepada Dia. Bagi Dialah segala kemuliaan sampai selama-lamanya.
Karena ketika Anda menyadari bahwa semuanya itu terjadi hanya karena kasih karuniaNya maka Anda akan memuji namaNya dan Anda akan memuliakan Dia dan akan selalu berfokus kepada Kristus yang adalah sumber kasih karunia itu, Anda akan semakin mengasihi Dia lebih lagi dan lebih lagi.
Tetapi ingat Anda semakin mengasihi Dia bukan supaya Dia lebih mengasihi Anda, karena Dia sudah sangat mengasihi Anda. Dan Anda telah ditetapkan untuk menjadi anakNya yang sangat dikasihiNya. Anda semakin mengasihi Dia karena Anda telah menerima dan mengalami kasihNya yang sangat besar itu yang telah menyelamatkan Anda, telah memulihkan Anda dan telah memberkati Anda.
Dan yang terakhir, ketika Anda mengalami berkat-berkat Tuhan, ingat ini juga bahwa Anda diberkati bukan hanya untuk diri sendiri saja, tetapi Anda diberkati untuk memberkati orang-orang lain. Sama seperti Abraham, bapa orang percaya, Abraham diberkati supaya jadi berkat bagi orang lain. Jadilah berkat bagi orang lain, karena Allah telah menetapkan itu bagi kehidupan Anda.
Dan tentunya jika Anda mengalami berkat-berkatNya, misalnya Anda mengalami kesembuhan, kemerdekaan dari ikatan dosa atau dari kebiasaan-kebiasaan buruk, atau Anda mengalami berkat keuangan atau apa pun keberhasilan dalam pendidikan atau pekerjaan atau pelayanan, atau hubungan antar sesama dipulihkan, saya sangat senang mendengar kisah-kisah tersebut. Dan Anda dapat mengirim kesaksian Anda melalui e-mail ke zefanyahendra@yahoo.com
Dan akhirnya saya ucapkan selamat mempraktikkan kehidupan baru yang Tuhan telah berikan kepada Anda, maka Anda akan mengalami kasih karunia demi kasih karuniaNya yang sudah dilimpahkanNya kepada Anda. Dan jika Anda ingin memberikan buku "New Life" ini kepada anggota keluarga dan teman-teman Anda sebagai hadiah, supaya mereka juga mengalami kasih karuniaNya melalui buku ini, Anda dapat menghubungi: Bobby (021-3843906).
Tuhan Yesus memberkati.
PENGAKUAN IMANKU
Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan,
karena semua yang terjadi dalam hidupku
hanya karena kasih karuniaNya.
Aku adalah anakNya yang sangat dikasihiNya,
dan aku telah diberkati
untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Aku tidak akan menyerah,
karena Tuhan telah menetapkan aku
lebih dari pemenang
di dalam Kristus Yesus.